Uncategorized

Nulis? Buat Apa?

Pertanyaan ini seringkali muncul di kepala. Bagai tunas yang muncul bertaburan, banyaknya hampir menyamai jumlah bintang di langit. Lebay? Ah nggak. Ini beneran, sungguhan. Khususnya buat saya, yang senen-jumat jadi penghuni kampus dan sabtu-ahad jadi penghuni salman dan teman-temannya. Bersentuhan dengan internet mungkin hanya malam hari sambil nemenin belajar, atau beberapa saat sebelum kuliah jam 9. Itu juga hanya sempat singgah di situs-situs jejaring social, googling, download. Jarang banget berkunjung ke blog orang lain, kenapa? Toh saya udah dapet artikelnya di google, begitu pikiran praktis saya selama ini.

Tapi, ada sesuatu.

Sesuatu yang terjadi, perbedaan ketika saya rajin menulis dan ketika tidak. Dulu, saya rajin nulis-nulis di buku atau diketik, apapun, tapi jadi dokumen pribadi, tidak disebarluaskan. Walau sedikit-sedikit, tapi subhanallah pisanlah, entah semangat apa yang Allah berikan kepada saya dulu, saya bisa istiqomah hampir setiap hari melakukan hal tersebut. Semangat itu tiba-tiba lenyap setelah si pichan (panggilan sayang buat si notebook :*) di-install ulang. Ooh patah semangat skali. Langit seakan runtuh. Gemerlap bintang-bintang seakan selalu tertutup awan di malam hari. Cahaya matahari yang biasanya dengan setia menemani langkah semangat saya berangkat dari kostan sudah tiada lagi. Playlist saya jadi galau dan wallpaper saya suram.*maaf sudah jauh melenceng, mari sodara-sodara kembali ke topik.
Continue reading “Nulis? Buat Apa?”