kultwit · share · that's it

Bad Score?

 

dari jaman dahulu kala, saya kerap ga begitu peduli sama nilai. nilai di sekolah, maksudny mau berapa aja boleeeh~

tapi akhir2 ini jadi agak gimana gitu, tiap ol selalu ngecek ol.akademik atau group angkatan, bisi ada nilai yang udah muncul. apa ini resah? #eaaa

you’ll get wat you did.

pada kenyataannya, belum ada satupun yang muncul untuk semester ini. sayapun nge-twit kang pidi baiq yang keren dan oke untuk meminta nasehat. dan ini twit-nya, semoga berguna. ane ketawa bacanya, tapi emang iya bener buanget 😀

nuhun kang, semoga sukses! waitin for your new books!

kisah berhikmah · that's it

Remaja Militan = Bibit Unggul = Ujung Tombak

subhanallah, ini tulisan tahun 2002 lho, saya masih pencit banget waktu itu pasti..

remaja militan adalah emas sebuah bangsa. remaja militan yang terus menerus diasah akan emnjadi ujung tombak agama ini. bismillah yuk teman-teman, semangaaaaattt !

======================\(^0^)/=========================

11 Maret 2002 – 12:35

Remaja Militan

Ahmad, begitu ia biasa dipanggil di kalangan teman sekolahnya. Anak-nya pendiem. Nggak banyak tingkah, nggak pernah bikin onar. Ahmad, teman kita kali ini, biarpun pendiem tapi doi amat tegas dalam bersikap. Sorot matanya yang tajam, seringkali bikin ciut nyali kawan-kawannya. Tepatnya, segan kalo harus bertatap wajah dengan anak muda ini. Ahmad berwibawa. Umurnya baru aja 17 tahun, tapi pikirannya jauh melebihi usianya. Contohnya aja, Ahmad sangat bersemangat kalo ngomongin soal kejadian yang ia baca di koran atau dengar di radio, juga ketika kebetulan nonton televisi. Ahmad selalu membahasnya. Seakan ia nggak mau melepaskan begitu saja kesempatan yang dimilikinya untuk ngobrol bareng teman sekolahnya. Malah beberapa teman sekolahnya menjuluki Ahmad dengan sebutan “Suhu”. Bukan apa-apa, selain getol ngebahas setiap kejadian yang ia lihat, doi juga lihai ngasih solusi Islam atas persoalan tersebut. Jitu lagi. Gimana nggak oke kan? 

Continue reading “Remaja Militan = Bibit Unggul = Ujung Tombak”