kultwit · share · that's it

Bad Score?

 

dari jaman dahulu kala, saya kerap ga begitu peduli sama nilai. nilai di sekolah, maksudny mau berapa aja boleeeh~

tapi akhir2 ini jadi agak gimana gitu, tiap ol selalu ngecek ol.akademik atau group angkatan, bisi ada nilai yang udah muncul. apa ini resah? #eaaa

you’ll get wat you did.

pada kenyataannya, belum ada satupun yang muncul untuk semester ini. sayapun nge-twit kang pidi baiq yang keren dan oke untuk meminta nasehat. dan ini twit-nya, semoga berguna. ane ketawa bacanya, tapi emang iya bener buanget 😀

nuhun kang, semoga sukses! waitin for your new books!

kultwit

Rocks and Sand @IslamicThinking

Tonight’s story is called, ‘Rocks and Sand’.

A professor stood before his class and had some items in front of him. When class began, wordlessly he picked up a large empty jar and proceeded to fill it with rocks about 2″ in diameter. He then asked the students if the jar was full. They agreed that it was.

So the professor then picked up a box of pebbles and poured them into the jar. He shook the jar lightly. The pebbles, of course, rolled into the open areas between the rocks. He then asked the students again if the jar was full. They agreed it was. The students laughed.

The professor picked up a box of sand and poured it into the jar. Of course, the sand filled up everything else.

“Now,” said the professor, “I want you to recognize that this is your life.”

“The rocks are the important things; your deen, your salah, your family, your partner and your children. Anything that is so important to you that if it were lost, you and your akhirah would be nearly destroyed.”

“The pebbles are the other things that matter like your job, your house, your car.”

“The sand is everything else. The small stuff. If you put the sand into the jar first, there is no room for the pebbles or the rocks. The same goes for your life. If you spend all your energy and time on the small stuff, you will never have room for the things that are important.”

“Pay attention to the things that are critical to your happiness and welfare. Take time to repent to your Lord. Play with your children. Take time to get medical checkups. There will always be time to go to work, clean the house and visit your friends.”

“Take care of the rocks first – the things that really matter. Set your priorities. The rest is just sand.”

The End 🙂

kultwit

Kultwit Salim A. Fillah tentang #write

pict source : tumblr

menulis : bikin hidup lebih hidup

Sebuah kultwit dari ust. Salim A. Fillah tentang #write, yang insyaAllah menjadi ‘pagar’ dari tulisan saya, karena saya adalah seorang melko-plegma, yang suka menulis apapun, bagaimanapun; yang lebih nyaman menuliskan sesuatu daripada mengatakannya. Biar ga ‘macem2’, he 🙂

Barakallah, stad.

Continue reading “Kultwit Salim A. Fillah tentang #write”

kultwit

kultwit #PrinsipTwitteran @salimafillah

Ah, ingin sekali lagi mengingatkan diri di dunia Twitterland nan penuh warna ini. Moga menjadi panduan bersama ya. Repost: #PrinsipTwitteran

  1. Tak congkak kalau difollow, tak kecewa jika di-unfollow, tetap berkebajikan ketika di-block, syukur saat kebaikan di-RT #PrinsipTwitteran
  2. Ber-KICAU hanya yang baik: benar isinya, indah caranya, tepat waktunya. Atau DIAM menyimak, mengambil ‘ibrah terbaiknya #PrinsipTwitteran
  3. Hindari dusta meski sedang bercanda. Hindari debat-perbantahan yang tak lahirkan amal, meski berada di pihak nan benar #PrinsipTwitteran
  4. Memaafkan khilaf-khilaf sesama, menyuruh senantiasa pada yang baik adanya, mengabaikan yang jahil nan tak berharga #PrinsipTwitteran
  5. Me-RT hanya nan jelas benar, baik, dan bergunanya; sebab cukuplah disebut dusta dia yang katakan segala nan didengarnya #PrinsipTwitteran
  6. Benci dan permusuhan pada orang atau pihak tak boleh hingga lunturkan akhlaq mulia, kesantunan kata, & sikap adil kita #PrinsipTwitteran
  7. Smua tweeps itu Guru, apapun tweetnya. Bukan sebab mereka pasti bijak. Tapi kitalah nan selalu belajar tuk jadi bestari #PrinsipTwitteran
  8. Menista & merendahkan pribadi Tweep lain tidaklah menjatuhkannya. Itu hanya menunjukkan kerdil & hinanya diri sendiri #PrinsipTwitteran
  9. Menjadi kritis tak sama dengan ber-sinis ria. Tak bisa bedakan keduanya menyulitkan kita beri sumbangsih pada kebenaran #PrinsipTwitteran
  10. Balaslah tiap yang menyakitkan dengan yang menyembuhkan. Balaslah tiap yang menjatuhkan dengan yang membangunkan #PrinsipTwitteran
  11. Sikapi tiap yang menyesatkan dengan cantiknya ungkapan berhidayah. Sikapi tiap nan keliru dengan indahnya berkebenaran #PrinsipTwitteran
  12. Tanggapi tiap yang mengacau dengan keteraturan. Tanggapi tiap nan membabibuta dengan 7 basuhan, air & salah 1-nya debu #PrinsipTwitteran
  13. Mereka yang suka menghina adalah bukti bahwa dirinya rindu pemuliaan. Berikanlah selayaknya dengan murah hati #PrinsipTwitteran
  14. Mereka nan suka menghakimi itu tanda bahwa kelak dirinya jadi terdakwa di depan banyak korban. Kasihilah dengan tulus #PrinsipTwitteran
  15. Reaksi berlebihan ialah tanda bahwa ada luka di hati kita. (Jabat tangan pun menyakitkan bagi yang jarinya bertelusuk) #PrinsipTwitteran
  16. Luka yang berbahaya ialah luka pada mereka nan shalih. Luka itu menuntun kita tak suka pada keshalihan. Sembuhkanlah! #PrinsipTwitteran
  17. Jika kita merasa bahwa semua Tweeps punya masalah dengan kita, curigalah bahwa kita inilah masalahnya. Lalu berbenah. #PrinsipTwitteran
  18. Jika kita merasa bahwa segala di sekitar gelap, curigalah bahwa kita ini yang dikirim Allah sebagai cahaya. Berkilau! #PrinsipTwitteran
  19. Mengeluh pada banyak orang adalah cara termudah untuk mengubah gelap yang setitik menjadi pekat semesta. Bijaklah! #PrinsipTwitteran
  20. Jadikan penyebutan nikmat-nikmatNya dalam tweet kita sebagai inspirasi syukur & kerja keras, bukan riya’ & takjub diri #PrinsipTwitteran
  21. Doa selalu baik; nan kala gaibnya mustajab, nan di hadapannya jadi pujian penuh makna. Saling memanggillah dengan doa! #PrinsipTwitteran
  22. Pada tiap gaya, kita ingat bahwa; banyak canda turun wibawa, banyak keluh kehormatan jatuh, mudah marah jatuh ‘izzah. #PrinsipTwitteran
  23. Setiap twit yang baik itu sedekah. Ia lebih baik dibanding pemberian emas sepenuh bumi diikuti ungkitan nan menyakiti. #PrinsipTwitteran
  24. Setiap keterlibatan dalam ghibah & aib sesama, membuat pahala diambil & dosa si teraib ditambahkan ke buku amal kita. #PrinsipTwitteran
  25. Mungkin ada yang menyebut sok alim, sok suci, sok shalih tersebab tweets kita baik. Bagaimanapun jua, berkebajikanlah. #PrinsipTwitteran
  26. Berceritalah tentang diri, tapi tak perlu banyak-banyak. Sebab yang mencinta tak memerlukan, yang benci takkan percaya #PrinsipTwitteran
  27. Senyum kecil & pujian sederhana mungkin saja membuat Tweeps lain kembali percaya bahwa dia berhak & layak berbuat baik #PrinsipTwitteran
  28. Menyebut asal twit saat RT, Co-Pas, & inspired ialah bagian dari penghormatan pada Tweeps lain, juga pada nurani kita. #PrinsipTwitteran
  29. Meng #FF orang shalih nan tweet-nya mencerahkan ialah jasa berbalas surga, seperti Habib An Najjar (Qs Yaasiin: 20-27) #PrinsipTwitteran
  30. Jauh lebih mudah mendapat teman dengan tertarik pada mereka, daripada mencoba membuat mereka tertarik pada kita. #PrinsipTwitteran
  31. Menyenangkan semua orang itu melelahkan. Cukuplah twit-twit ini jadi gambaran bahwa yang kita kehendaki murni baiknya. #PrinsipTwitteran
  32. Bersikap santun jika berada di jalan benar. Sebab orang benar nan tak santun melunturkan hormat insan pada kebenaran. #PrinsipTwitteran
kultwit

kultwit #jodoh @salimafillah

1. Rizqi kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil lewat jalan halal ataukah haram, dapatnya segitu juga. Yang beda, rasa berkahnya;)
2. Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil dari jalan halal ataukah haram, dapatnya yang itu juga. Yang beda, rasa berkahnya;)

3. Keduanya bukan tentang apa, berapa, atau siapa; tapi BAGAIMANA Allah memberikannya; diulurkan lembut & mesra, atau dilempar penuh murka?

4. Maka layakkanlah diri di hadapanNya untuk dianugerahi rizqi & jodoh dalam serah terima paling sakral, mesra, penuh cinta, berkah, & makna.

5. Rizqi & jodoh di tangan Allah. Tapi jika tak diambil-ambil, ya di tangan Allah terus;P Ikhtiyar suci & doa menghiba mendekatlan keduanya.

6. Setiap orang memiliki jodohnya. Jika takdir dunia tak menyatukannya, atau malah melekatkan pada yang tak sejalan; surga kelak mempertemukan.

7. Jodoh Nuh & Luth bukan isteri mereka. Jodoh Asiyah isteri Fir’aun bukanlah suaminya. Maryam ibunda ‘Isa pun kelak bertemu jodohnya.
Jodoh Abu Lahab itu agaknya Ummu Jamil; sebab mereka kekal hingga neraka. Jodoh Sulaiman agaknya Balqis, bersama mereka mengabdi padaNya;)

8. Di QS An Nuur: 26; diri ialah cermin bagi jodoh hati. Yang baik-baik jadilah jodoh yang suci-suci. Yang nista-nista jumpalah yang keji-keji.

9. Tentu makna ayat itu adalah peringatan & kerangka ikhtiyar: cara menjemput jodoh terbaik adalah dengan membaikkan diri di tiap bilang hari.

10. Yang menjemput pasangan dengan menggoda matanya; bersiaplah mendapatkan ia yang tak tahan atas jebak kejelitaan lain.

11. Tiap masa lalu buram yang tersesal dalam taubat suci; semoga jadi jalan mengantar kita pada kelayakan mendapat jodoh yang terbaik.

12. Jodoh tetap misteri. Syukuri ketidaktahuan itu dengan merencanakan & mengupayakan yang terbaik menuju pernikahan suci di dunia nan fana.

13. Selanjutnya, tugas besar kita adalah melestarikan perjodohan itu hingga ke surga; meniti rumahtangga, sabar-syukur dalam barakah & ridhaNya.

14. Rumus keberpasangan tak selalu sama; (1) ada dua arus sungai yang bertemu, bergabung mengalir jadi satu. Itu namanya KESAMAAN
15. Rumus keberpasangan ke (2), ada jua panas menggelegak bertemu dingin membekukan; menjadi hangat yang syahdu. Itu KESEIMBANGAN

16. Rumus keberpasangan ke (3), adalah lautan yang teduh nan berjumpa angin berderu; menjadi badai yang dahsyat. Itu PERPADUAN.

17. Berharap akan sosok boleh saja; tapi jika Allah pilihkan yang lebih baik, lebih kaya, lebih rupawan darinya dampingi kita, jangan menolak;)

18. Nabi anjurkan nazhar; melihat calon pasangan sebelum nikah. Tentu untuk temukan hal nan menarik, bukan cacat-cela. Tajamkan mata batin kita.

19. Dalam hidup bersama di ikatan suci nan kita ikrarkan bersama ‘jodoh’ kita, hijrahkan cinta dari kata benda menjadi kata kerja, kalimat amal.

20. Di titian hari-hari setelah akad suci; hijrahkan rasa dari jatuh cinta menjadi bangun cinta; pastikan jadi megah istana, tinggi gapai surga.

21. Isteri & suami sejatinya tak saling memiliki. Kita hanya saling dititipi. Maka salinglah menjaga dalam menggenapkan agama, mentaatiNya.

kultwit

kultwit #muda @salimafillah

  1. Para pe-#muda selalu memesona. Lihatlah mereka: tidurpun membawa perubahan, apalagi jika terjaga. #AshabulKahfi
  2. #Muda identik dengan ‘hijau’. Masih hijau artinya masih terus bertumbuh, berkembang. Sementara yang matang, membusuk. #AshabulKahfi
  3. #Muda identik dengan ‘tidak berpengalaman’. Tapi jika pengalaman artinya suka hadapi masalah baru dengan cara lama: Bahaya! #AshabulKahfi
  4. #Muda identik dengan kebersamaan dalam prihatin. Kita kadang lebih sulit bersatu jika telah banyak berpunya, luas berdaya. #AshabulKahfi
  5. #Muda identik dengan kejelasan sikap. Hitam-/-putih. Ya-/-tidak. Tak ada jalan ketiga. Hal yang tepat dalam soal ‘Aqidah #AshabulKahfi
  6. #Muda identik dengan gejolak. Titik temu dari ragam gejolak jadi terobosan. Di situlah masa depan, bukan pendalaman bidang. #AshabulKahfi
  7. Ke-#muda-an identik dengan pesona & ketangguhan fisik. Bagaimanapun 2 hal ini membantu ide perubahan tampil segar & cantik. #AshabulKahfi
  8. #Muda identik dengan ketergesaan, inginnya wujud sekilat. Maka sabarkan, ‘tidurkan gelora’ senyampang siap perangkatnya.
  9. #Muda identik dengan masa ketergodaan dan gelimang nikmat. Mereka yang memilih jalan sunyi untuk berjuang, pasti istimewa. #AshabulKahfi
  10. #Muda identik dengan sedikitnya beban sejarah. Mereka lebih merdeka bersikap sebab tak terbelenggu rekam jejak masa lalu. #AshabulKahfi
  11. #Muda identik dengan mempertanyakan. Kecerdasan memang di situ letaknya; bukan di jawaban. 1 tanya bisa membuka 1000 jawab #AshabulKahfi
  12. Ini dulu y Shalih(in+at) tentang sifat #Muda #AshabulKahfi. Mari b’juang tuk negeri tersayang