Buku · Keluarga · Makanan Ruh · Parenting

Like Father Like Son

bismillah.

Saya suka banget sama pembuka di buku ‘Cinta di Rumah Hasan Al-Banna’. Maka saya meminta izin untuk nge-post kisah sarat makna ini. Di situ diceritakan 2 kisah tentang sebegitu miripnya seorang ayah dengan anaknya; betapa seorang anak sangat mewarisi sifat ayahnya, sehingga terlihat bawa sikap orangtua sangatlah penting dalam pembentukan sikap seorang anak.

 

Continue reading “Like Father Like Son”

Keluarga

Adek Ganteng

Dia pernah punya masa kelam dalam hidupnya, yang mungkin jarang dialami oleh siswa lain. Hingga dia harus pindah dari sekolah lamanya, sebuah pesantren di Kuningan, Cirebon.
Pindah ke pangkuan Ayah; yang katanya sih kalau anak cowok bakal lebih nurut sama Ayah, haha.
Maka pindahlah ia, ke sebuah pesantren di kota asal.

Dan dia melejit! Begitu pesat!

Sebuah bakat terpendam ternyata muncul, dengan sangat indahnya, seperti kupu-kupu yang baru keluar dari kepompong, setelah susah payah menerobosnya, dan melalui masa sebagai ulat yang tidak indah.

dan seperti itulah.

Anak itu kini menjadi pujangga yang tidak pernah saya sangka sebelumnya. Yang di masa kecilnya manja luar biasa karena hidup di tengah kakak-kakak perempuan. Yang sok ganteng, yang sok keren, yang sok kuat.
Haha, lucu bangetlah..parah.
Itu dulu, saat kecil.

Dan setelah lepas masa SD, dia betul-betul seperti itu, bukan sok-sok lagi (eaaa).
Betul-betul kuat. Saya pernah dibanting sama dia pas lagi adu sparring di ruang tengah.
Betul-betul ganteng. Apalagi dia mirip itu..eh ga jadi :p
Betul-betul TINGGI. Baru kemarin dia bilang, ‘eh Mbak, aku udah lebih tinggi dari Ayah lho, aku nggak sabar ketemu Mbak, pengen bandingin tinggi, ahahah’. pernah juga, ‘eh Mbak, dulu aku kalo liat Mbak sambil ngedongak ya? Sekarang? (sambil matanya ngegodaain sok-sok tinggi banget –‘)’.

Betul-betul ya –‘

Dulu, coba liat bengeut-nya. Nggak banget, hahaha 😀 😀

Sekarang lumayanlah, tampang bagusan. Malah kemarin dia bilang, ada 6 perempuan yang naksir. (tak kusangka kau sepopuler itu Nif, haha)

Oh iya. Intinya sebenarnya adalah :

SELAMAT!
UNTUK CERPEN YANG JADI JUARA DUA SE-BONTANG, DAN AKAN DIBUKUKANNYA KUMPULAN CERPEN ITU 🙂

sampai sekarang, saya masih belum percaya kalu ternyata dia bisa sepuitis itu. Dan pada akhirnya saya percaya, pas liat blog-nya. Saya kebayangnya dia bakal jadi ilustrator, karena dulu dia suka banget gambar robot.

Doakan ya, cita-citanya dulu sih jadi Pemain bola Muslim internasional sama apaa gitu (maaf Nif, Mbak lupa :p). Sekarang, agak berubah (dari yang diceritakan kemarin sih, he).

OKE NIF!

SUKSES SLALU YAK!

Am proud to be your sister 🙂

Keluarga · Selfthought

tangisan tengah malam

seram kalipun ini judulnya. yeah, judulnya baru ditulis setelah saya nulis kontennya, masbro. mungkin ini alur emosinya udah ga jelas, berhubung sayanya juga udah menumpahkan sepuas2nya juga =)

tapi tidak apa apa, toh ini hanya sebuah catatan. yang karna beberapa alasan, harus diabadikan.

=====================================================

ini spesial skali, untuk ayah dan mama yang tiada duanya.

Continue reading “tangisan tengah malam”