Gambar

strip – momotoran

macet


rasanya ga ada yang perlu ditulis, gambar di atas udah menceritakan segala kegundahan yang ada. tentu saja ada saat dimana momotoran itu menyenangkan :v

terima kasih pada bapak polisi yang sudah bersedia lama-lama berdiri dan mengayunkan tangan, pasti capek deh. terima kasih juga untuk pemerintah yang udah bikin jalan yang halus dan enyaak, sungguh itu sangat membuat saya bahagia, semoga jalan yang bolong juga akan diisi ya bapak ibu..
terima kasih Allah, aku bisa naik motor dan selamat hingga kini 😀

Gambar

green-grey

green-grey

saya melihat, memfoto lalu menggambar.

kenapa saya gambar ini? karena indah.
tapi seindah-indahnya saya gambar, masih sederhana banget. cuma terdiri dr beberapa warna. membuatnya di sela-sela waktu, untuk mengimbangi otak kiri yang memanas.

kenapa saya foto pemandangan ini? karena indah.
komposisinya saya suka. tapi seindah-indahnya foto, masih juga kurang. di saat saya melihat foto ini, saya hanya bisa terhibur dengan warna yang ada. namun saya tidak merasakan hembusan angin yang segar.

kenapa saya melihat pemandangan ini? karena indah.
di saat saya menunggu jam kuliah berikutnya, untuk sejenak saya keluar sebentar, cari angin. wah ternyata pemandangannya asik. sungguh, tubuh ini adalah perekam dan perasa paling hebat yang Allah ciptakan. tidak ada lensa sesempurna mata, tidak ada perasa sesempurna kulit.
subhaanallaah.

Gambar · renungan

Tentang Ghibah

Saya wanita. Saya wanita, yang katanya memiliki nilai 9:1 untuk perbandingan nafsu dengan akal. Sehingga banyak sekali perbedaan kami, kaum wanita, dengan kaum pria. Saya sebagai wanita mengakui kalau air mata menjadi pelampiasan ketika marah, kesal, sedih, bahagia. Dengan mengeluarkan air mata lah ketenangan sering menyeruak datang. Ketika ditahan, hanya sesak yg ada.

Berbeda dengan pria yang mungkin akan dianggap gimana-gimana kalau mengeluarkan air mata. Padahal no problem kalau buat saya sih.

Dan masih banyak lagi perbedaan wanita dan pria tentunya.

Yang akan saya tulis disini sih bukan sesuatu yang berat, tapi sesuatu yang jadi godaan berat buat saya sebagai perempuan. Godaan yang menggelitik perempuan tak berkerudung hingga yang berkerudung sangat lebar. Apa itu? Lihat judul. Ghibah.

Image

Ghibah itu, intinya ya ngomongin kejelekan orang lain. Namanya juga lidah tidak bertulang. Kalau tidak dibiasakan dengan berkata yang baik atau diam kan jadinya terlatih buat berkata yang ga baik. Berbohong bisa jadi kebiasaan yang ga disengaja. Ghibah juga bisa sesuatu yang tanpa sadar menjadi kebiasaan.

Pernah mendengar seseorang membicarakan kejelekan orang lain di hadapanmu? Pernah? Bukannya mau suudzon, tapi berarti ada kemungkinan bahwa si orang itu akan membicarakan kejelekan kamu di belakang kamu. Suatu premis yang logis kan? Maka berhati-hatilah kamu dalam memilih teman curhat (apalagi buat cewek, pasti doyan curhat), bisa jadi banget tuh tanpa sadar si temen kamu ngebocoroin dan ngomongin aib kamu di belakang.

Tapi si orang itu butuh diingetin kayaknya ya. Kasian kalo ghibah nya udah jadi kebiasaan, kasian dia ga sadar kalau dosanya terus bertambah tanpa ada yang ngingetin. Kamu sebagai teman dekatnya, apalagi udah temen deket, ga usah segan lagi ya buat negur. Demi kebaikan dia.

Beda hal nya dengan kalau kita membicarakan kejelekan orang lain tapi disertai dengan pembahasan solusi. Apalagi kalau dibahas demi kebaikan. Seorang muslim adalah cermin bagi muslim yang lain. Dan semua orang pasti pernah khilaf. Maka, baik nilainya ketika ada forum untuk membahas solusi apa yang baik untuk saudara kita yang sedang khilaf. Jangan sampai ketika saudara kita berbuat sesuatu yang salah, kita malah tega-teganya ngomongin kejelekannya. Alangkah hinanya kita. Ghibah itu ibarat memakan daging saudara kita sendiri. Keji banget rasanya, dan disgusting. Eugh.

Nah. Jika kita membicarakan kejelekan orang lain tapi orang itu ada di situ. Itu namanya tabayyun J kroscek, intinya begitu. Ini yang bagus. Segalanya akan menjadi sejelas purnama dalam hening malam, kyaa.

Begitu sih tentang ghibah. Hati-hati dengan lidah. Kalau kata yorga, calon presiden KM ITB  yang bawa visi #melukisindonesia itu, “Knapa hati dan lidah ga sekuat tulang? Krn mereka dibuat utk lembut. Allah-lah yg menguatkannya.”

Jadi, sebagai perempuan, yang harus dilakukan dalam berkata dan bergaul adalah pengontrolan akal yang perbandingannya cuma 1/10 itu. Manfaatkan 1/10 dengan baik dan benar. Kuatkan dalam hati bahwa membicarakan orang lain itu merugikan diri sendiri dan tidak merugikan orang yang diomongin. Tanamkan dalam hati bahwa lisanmu, pikiranmu, akan sia-sia ketika memandang kejelekan orang lain. Yakinlah, ada yg jauh lebih baik dari itu, yaitu pencarian solusi. Ketika kau menyayangi temanmu, maka mengajaknya keluar dari jalur kekhilafan adalah bukti sayangmu padanya. Mengingatkan itu jauh lebih baik walaupun pahit ketika menyampaikan dan ketika ia mendengarnya darimu. tapi yakinlah, persahabatanmu, pertemananmu, akan jauh lebih diridhoiNya. Tanamkan itu kuat-kuat, agar 9/10 nafsu tidak mengalahkan lidahmu.

Wallahu a’lam. Saya sebagai wanita yang menuliskan ini, rasanya seperti menampar muka sendiri. Semoga tidak menelan ludah yang telah dikeluarkan kembali.