Uncategorized

Pilpres; Ikhtiar, lalu Istikhoroh

Memilih presiden itu mirip halnya dengan memilih jodoh.

Tak jarang, kita sudah menyukai seseorang namun hasil istikhoroh berkata lain. Dan sebagai bentuk kepercayaan kita padaNya, bahwa Ia tahu mana yang terbaik buat kita, maka kita ikhtiarkan untuk mengikuti hasil istikhoroh itu. Kita percaya, sekali lagi, bahwa Allah akan mengirimkan seseorang yang terbaik untuk kita. Bukan yang sempurna. Tapi -lagi dan lagi- yang terbaik.

Begitupun dengan negara ini. Setelah kita memberi input untuk akal kita agar dipertimbangkan secara logis, lagi-lagi kita harus kembalikan hasil ikhtiar kita itu kepadaNya.

Kebutuhan untuk meminta padaNya ini semakin tinggi jika kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang baik. Begitupun dengan dua pasang capres-cawapres kali ini. Mereka pasti orang-orang baik karena sudah bersedia mengabdikan dirinya untuk negeri. Bersedia mengabaikan hak-hak dirinya untuk melayani bangsa. Terlepas dari siapa orang di belakang mereka, atau apakah mereka punya tujuan busuk yang tak kita tahu, pastinya mereka adalah orang-orang baik.

Kembali ke premis awal. Kita bisa jadi sudah condong pada satu pilihan, sudah suka pada satu pasangan, namun belum tentu itu yang terbaik. Atau masihkah timbul pikiran, ‘Ah ngapain sih mikir panjang lebar buat nentuin presiden, toh suara gue cuma ngaruh sebiji doang.’

Aku sih NO. Satu suara tuh ngefek banget guys. Apalagi jika kita berdoa pada Allah agar Indonesia dipantaskan untuk mendapatkan pemimpin yang terbaik. Bayangkan kalau ternyata tak hanya kita yang berdoa, namun jutaan rakyat Indonesia yang berdoa seperti itu. InsyaAllah, Allah yang menggerakkan hati dan tangan orang lain untuk mencapai itu. Apa yang ga mungkin sih buat Allah πŸ˜‰

Namun apalah aku, seorang yang tidak aktif di aktivitas-aktivitas politik ;p Saya cuma bisa berdoa. Saya cuma bisa menahan diri supaya ga ikut-ikutan sebar berita jelek. Saya cuma bisa itu, tidak seperti teman-teman lain yang aktif mengajak masyarakat untuk mencoblos capres yang (katanya) paling sedikit mudharatnya. Mereka yang sudah menyumbangkan pikiran, waktu dan tenaga. Untuk kalian, kudoakan semoga urusan kalian dimudahkan dan dilancarkan, dan juga semoga berkah untuk segala usahanya. πŸ˜€

Pemilihan presiden ini berlangsung di bulan yang penuh berkah, bulan Ramadhan. InsyaAllah jarak kita denganNya sedang dekat-dekatnya, maka tak salah jika kita betul-betul meminta padaNya agar Indonesia diberikan pemimpin yang paling pantas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s