Meminta-minta

Rupanya ada sebuah hadits berkenaan dengan meminta-minta.

Dituturkan dari Qabishah ibn Mukharriq r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,
“Sesungguhnya meminta-minta tidak dihalalkan kecuali bagi salah satu dari tiga orang, yaitu:
– orang yang menanggung utang orang lain, ia boleh meminta-minta hingga dapat melunasinya, kemudian ia berhenti;
– orang yang terkena musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta hingga mendapatkan sandaran hidup;
– dan orang yang ditimpa kefakiran hingga tiga orang yang mengetahuinya dari kalangan kaumnya berkata, ‘Si Fulan telah ditimpa kefakiran’, ia dibolehkan meminta-minta.”
(HR Muslim)

Berarti, ga ada yaa profesi pengemis🙂

Dan ini juga berarti, kita bukannya ga boleh sama sekali ga ngasih ke pengemis. Yang dibutuhkan kita ada ‘penyeleksian’ ketika akan memberi. Kalo yang punk-muda-sehat-nyebelin gitu kayaknya kita harus mikir dua kali ya buat ngasih hehe. Terlepas dari apakah ternyata mereka masuk ke dalam salah satu kategori di hadits tersebut, harusnya mereka masih bisa berusaha dengan jalur lain yang lebih layak karena mereka masih muda dan sehat.

Tapi kan ga ada syarat sehat dari hadits di atas?

Betul, memang ga ada. Namun alangkah baiknya ketika kita tidak memberi supaya mereka tidak ketergantungan dengan profesi mengemis atau mengamen (abal-abal) mereka. Doakan saja, supaya harapan agar mereka memilih pekerjaan yang lebih baik itu tercapai. Jangan sampai mereka justru memilih pekerjaan yang lebih buruk dari mengemis dan mengamen.

Kalau yang ngamennya niat sih lumayan ya, menghibur. Yang sampe bikin kita merinding saking kecenya kan ada tuh. Saking bagusnya, saking terhiburnya, ga apa-apa kalau kita ingin memberi. Jadi yang kita bayar adalah penampilannya.

Wallahu a’lam

2 thoughts on “Meminta-minta

  1. aaaa aku juga gemess masalah peminta2 ini lel. udah lama pengen nulis ttg ini juga, tp belum kesampean. heu.

    cuma aku inget pernah denger tausiyah dimana gitu ya.. ada kata2 gini: “jangan suudzhan ketika beribadah, kalo mau ngasih ya kasih aja,, ga usah mikirin dia jangan2 nipu ato pake uang itu untuk hal yang buruk”

    mungkin harus diperjelas, definisi suudzhan dan bedanya dengan “mengetahui fakta yang terjadi saat ini: pengemis dijadikan sebagai profesi dan dikoordinir oleh pihak zhalim yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan”. berdasarkan fakta itu, yg semoga memang beda dengan suudzhan, kita berusaha untuk mengubah keadaan, dengan tidak memotivasi para pengemis untuk tetap mengemis.

    satu lagi, “pengamen yang maksa” aku masukin juga ke kategori pengemis. Tapi masalahnya, definisi maksa dan gak maksa mungkin beda2 ya tiap orang. hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s