Sedikit Cerita tentang Antologi Rasa

Tulisan ini, entah review atau opini, pastinya disini saya akan menuliskan tanggapan saya setelah membaca novel Antalogi Rasa karya Ika Natassa. Sebuah ukuran waktu yang cukup lama, dimana saya menyelesaikan buku itu baru kemarin padahal buku itu sudah terbit 2 tahun lalu daaan padahal saya suka banget sama tulisan si mbak Ika. Mungkin karena terkena sindrom no-metropop-novel-in-my-last-two-years, hahah. Kemarin baca pun karena kangen sama bacaan beginian. Pertama kali baca novel Ika Natassa adalah novel A Very Yuppy Wedding, waktu itu kalau ga salah ketika saya masih SMA. Pinjaman teman, kalau boleh dikatakan sih tukeran buku setelah berkunjung ke book fair. As long as I read her book, I think AVYW is still the best. Menceritakan lika liku sepasang manusia menuju pernikahan. Kesan yang masih ada sampe sekarang tentang buku itu: so sweet, kya-kya, lugas, kocak, dan nyata banget. Nah nantinya si novel AVYW ini berlanjut ke novel Divortiare, kemudian berlanjut lagi ke Twivortiare. Buat yang suka novel metro pop, novel-novel Ika Natassa harus banget masuk ke list daftar bacaan yang udah beres lo baca. Saya suka banget cara Ika Natassa menuliskan cerita tersebut. Enak, banyak pelajaran yang dikasih tentang kehidupan tapi ga disampaikan dengan kesan menggurui. Seharian baca juga bakal beres, ga terasa.

Okay, saya ga bahas AVYW dll ya disini, tapi Antologi Rasa.

Image

Di novel ini, Ika bercerita dari sudut pandang masing-masing tokoh. Jadi kita bisa membayangkan isi kepala tiap orang di kejadian yang sama. Kacau lah kalo bisa dibilang. Ika keren banget memerankan setiap tokoh, sampai-sampai ga ada kemiripan antara satu dengan yang lain. Sampai-sampai saya bisa ngebayangin sosok masing-masing tokoh.

Lanjut. Antologi Rasa mengisahkan tiga orang pemeran utama. Keara, Harris dan Ruly. Mereka sohib berempat bareng Denise, tetap sohib walau Denise sudah menikah. Mereka sering banget hangout berempat, dulunya, sebelum Keara dan Harris bertengkar karena suatu hal. Keara punya seorang sahabat yang udah menikah, Dinda. Dinda punya ipar ganteng playboy (sebelas-dua belas sama Harris) bernama Panji.

Keara, Ruly dan Harris kerja di bank yang sama. Keara orangnya blak-blakan, suka fotografi, pinter. Ruly tipikal sikap bokap-bokap tapi ganteng, suka sepakbola. Harris Risjad; Sang Harris Risjad, adalah seorang tampan playboy yang isi kepalanya paling kocak. Ruly dan Harris sama-sama suka F1. Denise tipe cewek anggun, sudah punya suami yang suka jahat, jadi walaupun dia udah punya suami, dia masih suka curhat ke Ruly. Dinda orangnya mirip sama Keara. Tapi dia berubah jadi oke ketika menjalankan tugas sebagai ibu dan istri. Panji mirip Harris, tapi (kalo kata Harris sih) Panji lebih parah. Mereka semua high-class, orang-orang berduit. Semua Islam.

Nah. Keara suka Ruly. Selama 4 tahun, Keara pendam itu. Ruly sukanya sama Denise. Ruly pendam perasaan itu selama 5 tahun. Harris suka Keara. Parahnya,  Denise ga sadar kalau Ruly cinta dia, Ruly ga sadar kalau Keara suka dia, dan Keara ga sadar kalau Harris beneran sayang sama dia. Ciyan kan. Nantinya, Keara ngambil Panji buat jadi pelarian biar ga kepikiran Ruly terus. Kenapa Panji? Karena Keara udah ga temenan sama Harris. Tapi itu justru jadi bumerang buat Keara. Kenapa? Baca aja sendiri ya. Hehe.

Inti ceritanya begitu. Ga seru dan ga banget kan? Iyalah, soalnya saya cuma rangkum serangkum-rangkumnya, hahaha. Mungkin kamu bakal menangkap kesan yang berbeda banget setelah membaca cerita aslinya.

Untuk orang-orang yang hidupnya lurus-lurus aja, saya punya 2 saran. Baca ini, atau ga usah baca sama sekali. Baca ini, supaya tau kehidupan orang lain di luar sana. Orang-orang dengan karir oke, manajemen keuangan oke, dan masih sempat refreshing juga. Dan tentang pergaulan mereka, bagaimana isi kepala mereka, isi hati mereka. Baca ini ketika kamu tau kekuatan dirimu bahwa buku ini ga akan membuat isi buku ini terbawa ke kehidupan kamu, a.k.a terpengaruh. Jika sudah yakin, maka punya modal untuk mengambil pelajaran dari cerita ini.

Jangan baca ini kalau menurutmu untuk mengetahui kehidupan glamour ga perlu sampe baca novel yang berkaitan tentangnya, tau aja udah cukup. Dan jangan baca novel ini kalau setiap baca novel romance kamu langsung galau luar biasa. Santai aja. Kalau kata Keara, ‘santai aja kayak di pantai, selow aja kayak di pulau’.

Akhir sinopsis di novel: Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a bestfriend instead of a lover?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s