curhatcurcol

Pelajaran dari Kehilangan

Beberapa hari lalu saya kehilangan benda berharga dan benda yang tidak berharga. Benda berharga masih bisa dibeli, tapi yang tidak berharga (selain surat-surat yg masih bisa diurus) ya apa daya, padahal tak terganti.

Hati saya menjerit-jerit. Kenapa sih harus semuanya diambil? Buat apa coba dia ambil (salah satunya) dompet yang isinya nggak nyampe 10 ribu. Ah. Mungkin semua yang pernah kecurian, terutama dompet, bakal bilang begitu. Tapi akhirnya saya sadar ada hikmah yang Allah kasih dengan kejadian ini. Teman-teman jangan kayak saya ya, dikasih pelajarannya dengan ‘ditampar’ kayak gini. Cukuplah ‘dicubit’ aja. Ga usah bawel. Haha. Skip.

Alhamdulillah-nya HP aman. Setelah saya memberi kabar ke orangtua, saya dibekali doa ini oleh beliau:

‘Lel baca ‘inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun, allohumma ajirni fi musibati wa lufli khoirum minha’, semua milikNya dan akan kembali padanya, ya Allah beri aku pahala dari musibah ini dan gantilah dengan yang lebih baik.’

Setelah baca doa itu + artinya, rasanya jadi lebih mudah untuk ikhlas dan berpikir jernih. Nyesss, begitu. Sebelumnya, saya masih nyesek, rasanya seperti kehilangan teman-teman seperjuangan. Huks.

Nah. Jika ada suatu kejadian yang terjadi pada diri kita, sekecil apapun itu, kita bisa dapet pelajaran dan hikmah dari kejadian tersebut . Di sini, Saya hanya akan berbagi pelajaran yang saya ambil dari kejadian itu. Hikmah sih ada, tapi ya itu kan urusan pribadi :p

1. Taruh barang-penting di tempat terpisah

Kecerobohan saya adalah menaruh kunci motor+kunci cadangannya, laptop+harddisk, kartu ATM+buku tabungannya dan STNK+fotokopinya ditaruh di tas doang. Akibatnya, saya harus bikin kunci motor baru, backup-an di hd juga ga ada, rekening ditutup dan harus ngurus stnk lebih lama. Jadi, ya, taruh di tempat terpisah aja barang-barang pentingnya. Barang yang dibawa harus ada kopiannya di rumah. Atau surat-surat penting di-scan, atau dibuat kopiannya di tempat lain. JANGAN TARUH HANYA DI SATU TEMPAT WALAUPUN CUMA SEHARI.

2. Back-up data di ‘atas’

Jangan cuma back-up di harddisk atau FD. Data-data penting sebaiknya ditaruh di email atau dropbox dkk.

3. Barangmu harus ada dalam jangkauan tangan atau (minimal) pandang

4. Jangan ceroboh hanya karena yakin tempat tersebut aman. Semua tempat berpotensi. Tidak hanya di pasar atau terminal, tapi bisa juga di kelas, masjid, atau mall.

Pelajaran moral : jaga dan pergunakan dengan sebaik-baiknya benda apapun yang ada di tanganmu. Yang dititipkan padamu. Pakaian, sepatu, tas, buku, laptop. Apapun. Tubuh juga dititipin tuh hehe.

Mungkin itu aja yaa. Intinya, lebih berhati-hati, dan selalu minta perlindungan Allah..

3 thoughts on “Pelajaran dari Kehilangan

  1. dulu waktu kuliah saya pernah kehilangan dompet yang uangnya 2 jt rupiah, ckp byk kalo menurut saya. tp syukur alhamdulillah, hny dompet tdkdg tasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s