Gambar · renungan

Tentang Ghibah

Saya wanita. Saya wanita, yang katanya memiliki nilai 9:1 untuk perbandingan nafsu dengan akal. Sehingga banyak sekali perbedaan kami, kaum wanita, dengan kaum pria. Saya sebagai wanita mengakui kalau air mata menjadi pelampiasan ketika marah, kesal, sedih, bahagia. Dengan mengeluarkan air mata lah ketenangan sering menyeruak datang. Ketika ditahan, hanya sesak yg ada.

Berbeda dengan pria yang mungkin akan dianggap gimana-gimana kalau mengeluarkan air mata. Padahal no problem kalau buat saya sih.

Dan masih banyak lagi perbedaan wanita dan pria tentunya.

Yang akan saya tulis disini sih bukan sesuatu yang berat, tapi sesuatu yang jadi godaan berat buat saya sebagai perempuan. Godaan yang menggelitik perempuan tak berkerudung hingga yang berkerudung sangat lebar. Apa itu? Lihat judul. Ghibah.

Image

Ghibah itu, intinya ya ngomongin kejelekan orang lain. Namanya juga lidah tidak bertulang. Kalau tidak dibiasakan dengan berkata yang baik atau diam kan jadinya terlatih buat berkata yang ga baik. Berbohong bisa jadi kebiasaan yang ga disengaja. Ghibah juga bisa sesuatu yang tanpa sadar menjadi kebiasaan.

Pernah mendengar seseorang membicarakan kejelekan orang lain di hadapanmu? Pernah? Bukannya mau suudzon, tapi berarti ada kemungkinan bahwa si orang itu akan membicarakan kejelekan kamu di belakang kamu. Suatu premis yang logis kan? Maka berhati-hatilah kamu dalam memilih teman curhat (apalagi buat cewek, pasti doyan curhat), bisa jadi banget tuh tanpa sadar si temen kamu ngebocoroin dan ngomongin aib kamu di belakang.

Tapi si orang itu butuh diingetin kayaknya ya. Kasian kalo ghibah nya udah jadi kebiasaan, kasian dia ga sadar kalau dosanya terus bertambah tanpa ada yang ngingetin. Kamu sebagai teman dekatnya, apalagi udah temen deket, ga usah segan lagi ya buat negur. Demi kebaikan dia.

Beda hal nya dengan kalau kita membicarakan kejelekan orang lain tapi disertai dengan pembahasan solusi. Apalagi kalau dibahas demi kebaikan. Seorang muslim adalah cermin bagi muslim yang lain. Dan semua orang pasti pernah khilaf. Maka, baik nilainya ketika ada forum untuk membahas solusi apa yang baik untuk saudara kita yang sedang khilaf. Jangan sampai ketika saudara kita berbuat sesuatu yang salah, kita malah tega-teganya ngomongin kejelekannya. Alangkah hinanya kita. Ghibah itu ibarat memakan daging saudara kita sendiri. Keji banget rasanya, dan disgusting. Eugh.

Nah. Jika kita membicarakan kejelekan orang lain tapi orang itu ada di situ. Itu namanya tabayyun J kroscek, intinya begitu. Ini yang bagus. Segalanya akan menjadi sejelas purnama dalam hening malam, kyaa.

Begitu sih tentang ghibah. Hati-hati dengan lidah. Kalau kata yorga, calon presiden KM ITB  yang bawa visi #melukisindonesia itu, “Knapa hati dan lidah ga sekuat tulang? Krn mereka dibuat utk lembut. Allah-lah yg menguatkannya.”

Jadi, sebagai perempuan, yang harus dilakukan dalam berkata dan bergaul adalah pengontrolan akal yang perbandingannya cuma 1/10 itu. Manfaatkan 1/10 dengan baik dan benar. Kuatkan dalam hati bahwa membicarakan orang lain itu merugikan diri sendiri dan tidak merugikan orang yang diomongin. Tanamkan dalam hati bahwa lisanmu, pikiranmu, akan sia-sia ketika memandang kejelekan orang lain. Yakinlah, ada yg jauh lebih baik dari itu, yaitu pencarian solusi. Ketika kau menyayangi temanmu, maka mengajaknya keluar dari jalur kekhilafan adalah bukti sayangmu padanya. Mengingatkan itu jauh lebih baik walaupun pahit ketika menyampaikan dan ketika ia mendengarnya darimu. tapi yakinlah, persahabatanmu, pertemananmu, akan jauh lebih diridhoiNya. Tanamkan itu kuat-kuat, agar 9/10 nafsu tidak mengalahkan lidahmu.

Wallahu a’lam. Saya sebagai wanita yang menuliskan ini, rasanya seperti menampar muka sendiri. Semoga tidak menelan ludah yang telah dikeluarkan kembali.

3 thoughts on “Tentang Ghibah

  1. bener2 harus hati-hati dalam hal ini codala…
    apalagi pas kita curcol ke orang, diniatkan untuk mencari jalan keluar bukan hanya membicarakannya terus selesei aja…
    walo sekrg kita jauh tetep sama2 mengingatkan ya codalakuu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s