review film

Voice

Voice-banner

Untuk penyuka film tentang detektif atau penyelesaian kasus, drama jepang berjudul ‘Voice’ ini bisa dijadikan pilihan. Hanya ada 11 episode, tapi keren!

Drama ini berkisah tentang perjalanan 5 orang mahasiswa kedokteran bagian forensic medicine di masa perkuliahannya, yaitu Kaji Daiki (Eita), Ishimatsu Ryosuke (Ikuta Toma), Kuboaki Kanako (Ishihara Satomi), Kirihata Teppei (Endo Yuya) dan Hanei Akira (Sato Yuki). Mereka memiliki karakter dan latar belakang hidup yang berbeda-beda. Keragaman karakter yang natural yang dibawa penulis dibawakan dengan sangat baik sehingga kita sebagai penonton tidak merasa bahwa sifat mereka berlebihan, terlepas dari karakter drama Jepang yang ‘gila’ yaa.

Yang saya suka dari drama ini adalah, pertama, karena walaupun drama ini membawa tema yang berat (yaitu penyelidikan dan forensic) namun dikemas dengan pemotongan fragmen yang pas serta adanaya keseimbangan antara penyampaian informasi tentang forensic yang bahasanya relatif berat bagi orang non-kedokteran dan hikmah yang ingin ditunjukkan film tersebut kepada penontonnya. Menurut saya, drama ini tidak hanya memberikan kita wawasan tentang dunia forensic, namun juga kisah tentang kehidupan.

Yang kedua, adalah karena drama ini keprofesian plus kemanusiaan banget. Jarang sekali ditemui bumbu-bumbu romantisme seperti yang biasa ditemui di drama lain. Malah saya yang deg-degan karena Daiki ‘tipe gue banget’ hahaha.

Alasan ketiga, drama ini beda dengan drama korea yang kalo kita skip 20 menit juga ga masalah :p

Seperti yang dipikirkan Daiki dan Ryosuke bahwa ‘kenapa harus ada forensic, padahal obat itu hanya berguna bagi orang yang masih hidup’, sayapun dulu berpikir demikian. Buat apa memeriksa orang yang sudah mati demi mengetahui penyebab kematiannya, toh dengan otopsi pun orang tersebut tidak akan kembali lagi ke dunia. Tapi nggak gitu ternyata, I got the reason behind autopsy now. Tapi sebelum menyetujui autopsi untuk orang lain, sebaikny keluarga memikirkan matang-matang, apakah sangat dibutuhkan autopsi atau tidak. Jika tidak urgent, sebaiknya tidak perlu dilakukan autopsi.

Ini memang drama lama, ditayangkan pada tahun 2009. Tapi ga ada salahnya buat nonton ulang, karena drama ini bagus dan mengasah otak 😀
Selamat menontoon!

*pict resource: http://wiki.d-addicts.com/static/images/0/08/Voice-banner.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s