umur

“semoga panjang umuuuur!”
“semoga langgeng ya pernikahannya sampe tua..”
“semoga sempet jadi ibu ya :)”
“semoga usia saya bisa paling nggak sama kayak Rasulullah..”

dan masih banyak semoga-semoga lain yang mengharapkan adanya waktu yang panjang…doang. panjnag umur, pernikahannya langgeng, berharap sampe umur sekian masih hidup, dan lain-lain.
sekilas dilihat memang tidak ada yang salah.
tapi akhirnya saya menemukan sebuah kejadian, dimana seseorang akhirnya mengatakan kepada saya, “makanya, kalo ngedoain panjang umur, jangan cuma doain panjang umur aja. doakan juga supaya umurnya bermanfaat..”
deg.
iya juga ya, pikir saya.
kasihan juga kalau umurnya panjang sampai sekian tahun, tapi malah menyusahkan orang lain. kasihan juga kalau di masa tuanya malah jadi pengemis, masih sibuk mencari uang. kasihan kalau pernikahannya langgeng sampai mati tapi diisi dengan sesuatu yang apa banget. kasihan juga kalau jatah usianya seperti Rasul tapi pemanfaatannya jauh beda banget kayak ujung puncak langit dan ujung dasar bumi.

ada sebuah kisah yang temanya sama dengan ini, tentang umur.
tentang perbincangan seorang muda dan seorang tua. kata orang tua, “enak ya kamu, ga kayak saya. usia saya lebih tua dari kamu, jadi dosa saya juga lebih banyak dari kamu. kenapa aku ga mati pas muda aja ya biar dosanya ga banyak kayak sekarang.”.
kata orang muda, “enakan kamu tau. pahalanya pasti lebih banyak daripada aku.”

yah, begitulah umur. yang penting sih berkah, bermanfaat. soal kuantitas cuma Ia yang tau. soal kualitas, itu yang bisa kita usahakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s