Uncategorized

Efisiensi Konsumsi Daging Ayam

EKDA (Efisiensi Konsumsi Daging Ayam) adalah salah satu wujud kepedulian saya terhadap dunia ayam. Perhitungan abal-abal sih, haha. Maklum, saya bukan ahli peternakan, ataupun perempuan yang udah sering masak ayam.

Image 

Apa yang membuat saya prihatin? Kamu lihat wajah ayam jantan di atas ini? Foto itu saya ambil sendiri. Terketuk hati ini, melihat dia yang seharusnya gagah berani, eh malah dikurung begitu. Coba bayangkan jadi dia. Ber-coc-a-doodle-doo sendirian, dikurung di dalam sel pagar. Aigoo.

Alasan lain, saya suka sebel sendiri kalau melihat orang lain membeli makanan, kemudian masih banyak sisa makanan di piringnya setelah selesai makan. Lalu sisa makanan itu dibuang. Aaaah. Salah satunya ya daging ayam. Mau sekecil apapun. Mau sesedikit apapun sisa daging yang masih menempel di tulangnya. Rasanya pengen bilang, ‘Lo gatau apa, gimana rasanya si ayam udah ngorbanin nyawa biar bikin manusia dapet energi? Pengorbanan dia malah lo sia-sia-in! Haaaa!’. Lebay sih. Sayangnya saya tidak seberani itu, menyedihkan.

Tercetus sebuah ide, bahwa suatu saat nanti, saya bakal punya rumah makan yang menerapkan sistem tidak mubadzir. Yeah.

Oke, kita mulai perhitungan sotoy-nya.

Asumsi :

– Daging ayam = selain tulang. Kata ‘daging’ disini termasuk hati, otak, kulit dll.

– Berat daging = ¾ berat ayam

– Daya konsumsi 1 orang = ¼ berat daging per hari

– 1 orang memakan daging ayam hanya 1 kali

– 1/100  dari penduduk Indonesia mengonsumsi daging ayam per harinya

– Faktor mubadzir sebesar 1/50 per ekor (bisa diartikan, dari seekor ayam, 1/50 dari daging tersebut tidak dimakan),

Maka :

– Jika berat 1ekor ayam = 4 kg, maka berat daging = ¾ x 4 kg = 3 kg.

– Jika penduduk Indonesia adalah kira-kira 200.000.000 penduduk, maka ada = 200.000.000 x 1/100 = 2.000.000 orang yang mengonsumsi daging ayam per harinya.

– Berarti, berapa berat daging ayam yang dikonsumsi? 2.000.000 x 3 kg = 6.000.000 kg.

Sip.

 

Dengan faktor mubadzir sebesar 1/50 per ekor, maka :

– Berat daging yang dibuang per harinya adalah = 1/50 x 6.000.000 kg = 120.000 kg. Banyaknyaa.

 

Berarti, nilai EKDA:

= ((total berat daging ayam yang dikonsumsi – total berat daging ayam yg terbuang) / total berat daging ayam yang dikonsumsi) x 100%

= ((6.000.000-120.000)/6.000.000) x 100% = 98%

 

Kesimpulannya, dari daging ayam yang dikonsumsi, 98% daging tersebut dimakan ‘beneran’. 2%-nya masuk tempat sampah, atau masuk perut doggy.

 

Sekarang, ayo kita hitung berapa kira-kira jumlah ayam yang terbuang per hari.

– Jika 1 ayam memiliki 3 kg berat daging, maka : 120.000 kg daging / 3 kg = 40.000 ayam.

Berarti 40.000 ayam terbuang sia-sia per hari.

 

MasyaAllah, semoga amal kebaikan ayam-ayam itu diterima Allah.. Terima kasih ya ayam-ayam 🙂

Ayo, mulai sekarang, makan ayamnya sampe ‘licin’ ya! Kasian kan mereka, udah berniat baik pengen bikin kita sehat, eh, malah disia-siakan nyawanya 😦

Dan dengan tidak menyia-nyiakan mereka, kita juga jadi terhindar dari kemungkinan menjadi saudara setan, kan setan demen sama manusia yang mubadzir. Kecuali daging ayam yg masih berdarah-darah, agak geuleuh emang. Lagian kita emang nggak boleh makan darah kan? Hehe. CMIIW.

Advertisements

One thought on “Efisiensi Konsumsi Daging Ayam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s