Uncategorized

Sebuah Catatan

Semakin kita dewasa, semakin banyak macam orang yang kita temui.
Tidaklah mustahil jika suatu ketika ada satu laki-laki datang kepada kita, untuk mengikat kita,
tapi bukan sebagai istri.
Pacar, HTS-an, menge-take kita, apapun itu.

Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang saleh,
ketahuilah bahwa orang saleh tidak akan mendahului ketentuan Allah,
untuk mencoba-coba berpasangan, sebelum ia bertemu dengan jodohnya.
Sebelum ia betul-betul berpasangan dengan seorang perempuan, di atas janji suci, di hadapan Allah.

Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang baik,
ketahuilah bahwa orang yang baik tidak akan menodaimu, dengan zina yang ia torehkan kepadamu.
Orang yang baik pasti tidak akan membiarkan dirimu berhubungan dengannya,
agar kamu tetap mempunyai hati yang bersih.

Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang dewasa,
ketahuilah bahwa orang dewasa adalah orang yang berani bertanggung jawab atas segala perbuatannya.
Orang yang bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan,
tidak hanya kepada dirinya dan dirimu saja.
Tapi juga kepada Allah Azza wa Jalla.

Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang pengertian,
ketahuilah bahwa orang yang pengertian seharusnya terlebih dulu mengerti akan kedudukannya sebagai makhluk Allah.
Bahwa kewajibannya untuk mengikuti perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya,
bahkan tidak mendekati apa yang menurutnya syubhat,
ya, seperti menjalin hubungan denganmu itu.

Sulit untuk istiqamah, sulit untuk menghindari itu semua.
Tapi semua ini akan kita nikmati dengan indah,
apabila kita tetap ingat bahwa Allah satu-satunya kekasih kita.

copas dari http://www.facebook.com/notes/hamida-amalia/catatan-kecil-tiga-tahun-yang-lalu-di-insan-cendekia/40446792353 (hanya mengambil sebagiannya saja)

——————————————————————————————————-
coba direnungkan.. jangan terlewatkan ya tiap kata-katanya :))

teringat sms seorang teteh, : ‘wanita itu mempersiapkan, bukan mencari’

Ayo teman..
Daripada pusing-pusing mencari, udah ga dapet-dapet, bertepuk sebelah tangan, nguras airmata, pake acara sakit hati segala..
atau ga nemu-nemu..
eleuh, buang-buang energi.
Mendingan hal itu dijadiin prioritas yang ke-sejuta, atau ga usah dimasukin prioritas sama sekali.

Simple aja sebenernya.
Berusaha menjadi baik, agar mendapat yang terbaik.
Bukan mencari, tapi berdoa agar Allah yang akan mencarikan yang terbaik buat kita.
Persiapkan hati, juga persiapkan diri untuk menjadi pendamping dan ibu yang baik.
(ada yang ga stuju? Atau mau nambahin? Sok weh atuh.. :D)

Saya, kamu.. kita adalah pemuda.
Masih free! Free lho free*!
Dan manfaatin kebebasan itu. Ke arah yang baik tentunya..
Manfaatin rasa ingintahu yang ga ada batasnya.
Manfaatin darah muda dan semangat mudamu ke arah yang lebih berguna.
Sang Pencinta lebih suka kamu ada di rancah yang oke dan ga lenjeh!(pake bahasa kakak pendiklat, hhe)
Tuangkan segalanya, semangatmu, idemu, energimu..
Untuk agamamu.
Untuk saudara-saudara seimanmu.
Untuk negaramu.
Untuk keluargamu.
Untuk kampusmu.
(yak tambahin sendiri :))

Dengan predikat kita sekarang : MAHAsiswa-free- dan-punya-semangat-yang-berapi-api,
Islam menunggumu.
Indonesia menunggumu.
MEREKA menunggumu.

Jadilah batu-bata peradaban, bukan sampah peradaban.
Tapi, jutaan batu-bata ga ada artinya kalau tersebar, tidak tersusun.
Ga akan ada bangunannya.
Maksudnya?
Silahkan terjemahkan sendiri.

Kok agak melenceng dari note? Haha, begitulah. Kamu pasti bakal mengerti kenapa alurnya bisa seperti itu.

Oh iya, saya sendiri, menulis seperti ini, bukan berarti saya sudah oke ya,
Saya hanya mengingatkan..
Dan saya juga butuh kalian untuk mengingatkan saya.. 🙂

Sedikit mencuplik kata-kata Salim A Fillah di salah satu bukunya.. (biar nyambung lagi sama note).

Sup Kaldu yang Bumbunya Dimakan Dulu.

Bismillahirrahmanirrahim.
Alangkah seringnya, mentergesai kenikmatan itu.
Membuat detik-detik di depan terasa hambar.
Kelezatan itu akan hilang.
Dari orang yang terpenuhi tuntutan syahwatnya yang haram.
Yang tersisa hanyalah dosa dan hina.

#Ditulis juga di http://www.facebook.com/note.php?note_id=406048078116 , 1 tahun yang lalu. Stabilizer.

5 thoughts on “Sebuah Catatan

    1. emangnya vmj selalu berkaitan sama galau?
      emangnya galau selalu berkaitan sama vmj?

      lagipula post ini aku nilai stabil, justru nge-jleb-n awak yang lagi galau karena belum siap uts ataupun beberapa hal2 lain.. makanya aku buka file2 lama buat muhasabah diri.

      galau itu sama kayak labil.. itu cuma istilah yang dipakai buat menjatuhkan orang lain ataupun diri sendiri..
      begitupun vmj..vmj itu cuma istilah yang bikin orang selalu merasa bersalah ketika jatuh cinta, padahal nggak sama sekali
      CMIIW

      1. Iya sih…
        Cma lgi geregetan aja kenapa ga ada yang mengedepankan tema ukhuwah/persahabatan/kisah2 menginspirasi…

        tapi gw suka sama kata2..
        ‘wanita itu mempersiapkan, bukan mencari’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s