Pemilik yang Menguasai

Kita banyak menguasai tanpa memiliki; banyak juga yang memiliki tanpa menguasai.

Contoh nyatanya adalah ketika laptop saya rusak. Saya memiliki laptop itu, bukan? Ya, secara formal, laptop itu milik saya. Tapi ketika si laptop rusak dan memperbaikinya ada di luar kemampuan saya, maka saya bawa dia ke rumah sakit para laptop. Di sana, ia ditangani oleh para ahli, hingga akhirnya sembuh.

Para ahli itu tidak memiliki laptop saya, tetapi ketika laptop saya sakit dan berada di tangannya, maka kekuasaan sepenuhnya ada di para ahli. Si pemilik tidak dapat berbuat apa-apa.

Begitupun kita, para manusia yang terlihat keren dan oke dibanding makhlukNya. Kita punya tangan, hati, mata, kaki dan segala hal yang berbeda dari makhluk lain. Tapi ada satu hal yang paling spesial, yaitu akal. Yang sebenarnya itu bisa menjadi benar-benar kelebihan, tapi bisa jadi bumerang yang membuatnya menjadi lebih b”ka dari makhluk lain. Secara hak veto, kita adalah pemilik diri kita. Kita yang mengatur geraknya, mengatur hatinya, mengatur nafsunya.

Tapi pemilik aslinya adalah Allah. Ia yang menciptakan, maka sewajarnya Ia adalah Pemiliknya, begitu kan? Penguasa sepenuhnya pun adalah Allah. Sehebat apapun kita mengatur diri kita, sekuat papaun kita melatih tubuh kita, sejago apapun kita menjaga badan kita.. Kalau Allah sudah berkehendak mengambil jiwa kita dari tubbuh ini, kun fayakun. Kita tidak memiliki daya apapun. Maaliki yaumiddiin.

Cuma Allah yang bisa memiliki, sekaligus menguasai. Pemilik yang Menguasai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s