Nasib Si Soner

Beberapa hari yang lalu, si Soner yang cantik jelita, wafat dilindas angkot. Itu teman 24 jam saya, yang saya bawa kemana-mana, kecuali ke kamar mandi (ahaha). Betapa pedihnya ketika melihat ban angkot mengenainya, seakan waktu berjalan lebih lama, bumi hening, dan saya hanya bisa melihatnya dari atas motor dengan mata penuh harap agar ia tidak mengalami cedera. Ternyata harapan saya pupus, teman-teman. Tidak remuk, hanya terbagi menjadi 4 bagian. Masih nyala, tapi LCD retak seperti petir di layar.

Wah majas saya berantakan banget yak, ehe.

Begitulah, dan sekarang saya hanya ingin sedikit berbagi. Kayaknya itu HP wafat karena memang sudah waktunya. Mungkin ia sudah cukup jenuh dan sakit jatuh dari kantong, jatuh dari meja, jatuh pas sholat, dan lain-lain. Ia juga mungkin sudah malas dan tidak bisa berbuat apa-apa ketika ia dipakai untuk hal yang tidak berguna. Apalagi lelahnya ktika ia harus berteriak-teriak membangunkan saya tapi saya tidak peduli. Huoh malangnyaaa nasibmu ceu. Maafkan saya yang menzholimimu ini.

Sebetulnya yang membuat saya merasa sedih adalah segala kenangan bersama Soner #eaa. Saya kangen sama emoticon yang bisa dipakai sesama Soner. Oh apalagi isinya. Nomer kontak hilang semua, padahal itu udah super lengkap, dari orang terkenal tingkat Internasional, nasional, guru, dosen, teman..wuuh semuanya. Lenyap. Apalagi SMS, draft, reminder, lenyap tuntas tanpa bekas. Masih inget banget, SMS penting pertama yang ga saya hapus adalah SMS adik saya ketika keterima di FKG UGM.

Dan dari kejadian itu saya mendapatkan beberapa pelajaran :

1. Ketika mendapatkan SMS penting, baik tausiyah, motivasi, dan lain-lain, sebaiknya langsung dikirim ke nomer modem, trus di-copy ke ms.word. Tapi itu makan pulsa. Ada teman yang menyalin dengan menulis tangan. Bebas sih, yang penting ada salinannya.

2. Simpan nomor kontak di SIM card. Kalau ga cukup, simpan yang penting-penting aja. Jangan kayak saya yang cuma ada customer service dan semacamnya pas dimasukin ke HP baru. Di kepala juga cuma hapal 2 nomor kontak sejak SMP; salah satunya nomor ortu.

3. Kayaknya saya emang belum bisa diamanahi HP yang gahul deh, ga apik banget ngerawatnya, ahaha. Yang penting bisa SMS sama nelpon dululah..

4. Itu teguran langsung dari Allah gan.. Saya melakukan kesalahan fatal siang itu.. T_T astaghfiruLlah.

 

 

 

 

Kehilangan HP, musibahkah?

Yeah, kita ga tau itu musibah atau rezeki.. yang jelas, memohon saja ini adalah yang terbaik dari Allah, ituu saja. Husnuzhzhon lebih baik🙂

One thought on “Nasib Si Soner

  1. Turut berdukacita telah terbagi empatnya si Soner. Semoga penggantinya nanti lebih baik dan bermanfaat. Tapi, memang betul, segala kejadian bila disikapi dengan khusnuzhan, insyaAllah kita akan bisa memetik hikmahnya. Salam kenal dan selamat berkarya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s