Uncategorized

Sebuah Retorika: Benarkah Mahasiswa ITB (masih) Putra-Putri Terbaik Indonesia?

sebuah renungan, dan memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki diri.
Curhat Seorang Rekan Dosen
by Ridho Wattimena (dosen teknik pertambangan itb)
on Monday, 21 February 2011 at 11:16

di-post-kan ulang di Group FB Institut Teknologi Bandung Angkatan 2009 oleh Titania (AS 09)

———————————————————————————————————————————–

Selama ini tertanam dalam pikiran kita bahwa mahasiswa ITB adalah putra-putri terbaik Indonesia. Masih benarkan asumsi ini? Saya 100% tidak yakin. Saya mulai ragu jika predikat ini diberikan ke mahasiswa ITB. Menurut saya, putra-putri terbaik Indonesia entah ada di perguruan tinggi mana.

Memang dari sisi peringkat SNMPTN, ITB mendapatkan mahasiswa rangking atas. Tetapi apakah rangking tinggi SNMPTN secara otomatis merepresentasikan “keterbaikan” tadi. Saya kira penilaian ini sangat-sangat naif.

“Nilai” seseorang tidak cukup hanya dilihat dari angka-angka tersebut. Ada hal lain yang menentukan “nilai” seseorang yang bahkan jauh lebih berharga dari angka-angka tadi. Soft skill adalah salah satunya. Dan fakta menunjukkan bahwa soft skill mahasiswa ITB sangat memprihatinkan. Bahkan ada kesimpulan psikolog, mahasiswa ITB pintar secara intelektual tapi memiliki kecenderungan untuk merusak. Apakah mahasiswa semacam ini kita sebut sebagai putra-putri terbaik Indonesia? Justru orang semacam ini bisa berbahaya karena berpotensi menggunakan kepintaran intelektualnya untuk tujuan yang negatif.

Data lain, selama pemilihan mahasiswa teladan tingkat nasional beberapa tahun terakhir ini, hampir tidak pernah mahasiswa ITB keluar sebagai juara pertama. Lalu mana predikat sebagai mahasiswa terbaik? Apa ukuran terbaik itu?

Akhir-akhir ini, tingkah laku mahasiwa ITB makin aneh (menurut pemantauan saya). Saya merasa sikap mahasiswa ITB sekarang serupa dengan sikap mahasiswa PT swasta beberapa puluh tahun yang lalu yang pernah saya ajar. Dulu saya tidak pernah melihat mahasiswa ITB yang bergerombol sambil main kartu dan tidak pernah melihat mahasiswi yang merokok. Sekarang mahasiswi begitu bangga memamerkan kepulan asap rokoknya di depan para dosen yang lewat.

Mungkin benar dulu mahasiwa ITB merupakan putra-putri terbaik Indonesia. Mereka adalah juara-juara di daerah yang berasal dari berbagai golongan ekonomi. Banyak dari mereka dari golongan ekonomi lemah dengan daya juang yang luar biasa. Mereka adalah mahasiswa-mahasiswa pekerja keras dengan mimpi-mimpi besar. Sebagian mereka itu sekarang sedang menjadi para dosen di ITB.

Sekarang, banyak mahasiswa masuk ITB hanya untuk mengejar status. Mereka berasal dari golongan yang sangat berkecukupan, dan tidak terlalu penting bagi mereka untuk memikirkan bahwa setelah lulus nanti mau kerja di mana. Karena mereka adalah anak orang-orang yang sangat berkecukupan yang menjalankan perusahaan-perusahaan besar. Dan lebih parah lagi, ITB sangat memanjakan mahasiswa dari golongan ini.

Bagi saya, mengatakan mahasiswa ITB sebagai putra-putri terbaik di Indonesia sama dengan pemkot Bandung tanpa malu masih mempertahankan status Bandung sebagai Paris van Java. Teralu indah kota Paris untuk dikaitkan dengan kota Bandung yang tidak karuan seperti ini. Sebenarnya kita harus malu dengan hal ini.

Kalau kita jujur sebagai dosen, masihkah kita mau mengklaim bahwa mahasiswa ITB sebagai putra-putri terbaik Indonesia?

5 thoughts on “Sebuah Retorika: Benarkah Mahasiswa ITB (masih) Putra-Putri Terbaik Indonesia?

  1. perkenalkan, saya mazhar mahasiswa ITB juga, saya tidak tau siapa yg ngasih predikat ‘putra-putri terbaik bangsa’ ke kita mahasiswa ITB, tp terlepas benar ato tidaknya itu adalah tantangan yg harus kita buktikan benar adanya, dan sayangnya mahasiswa ITB beberapa tahun ini (anggap saja dari tahun 2007) gagal membuktikan kata ‘terbaik’ dari aspek attitude, tapi dari aspek ‘knowledge’ tidak diragukan lg meskipun sebenrnya itu hal yg biasa saja,,, there is a saying: “knowledge is power but attitude is more”

    selain itu ada aspek sosial juga, saya merasa kebanyakan mahasiswa ITB sangat tertutup trhadap masyarakat sekitar, sekitar kosan misalnya, bahkan ketua RT sndiri nda tau,,,kesannya jadi kyk mahasiswa ITB tu ekslusiif sekali,,,bahkan ada yg bilang ttg pengmas kita: mahasiswa ITB hanya sekedar EO tanpa follow up,,,benarkah itu?

    mau sampai kpn kita begini terus? silakan tanyakan diri masing2,,,mari kita sama2 belajar, karena hanya dgn belajar kita bisa jd lebih baik, right?

  2. oh, mulai 2007 gitu? kenapa emang?

    sebetulnya sih, kayak ‘penanaman’ sejak awal tentang si ‘putra-putri terbaik bangsa itu’. sering banget diucapkan pas OSKM, gmn ga kleper2 coba bocah2 yang baru lulus sma.

    iya, di komennya juga rame. termasuk menyinggung tentang mahasiswa yang ga kenal pak RT. Dulu bahkan katanya kalau ada yang lulus, dirayakan sama masyarakat sekitar lho. sekarang? jeng jeng.

    tentang pengmas, iya, begitu emang fenomenanya. ada sih yang udah oke banget pengmasnya, tapi biasanya yang kayak gitu ya yang tempatnya jauh. bukan yang di sekitar ITB. jadi aja gitu, masyarakat yang deket2 malah kayak ga kena efek. atau mungkin sebenernya udah ada yang ngefek ya, cuma tenggelam sama cerita2 kalo ‘anak itb sombong-cuek-apatis’.

    sekali lagi, ane setuju, belajar. belajar biar bisa lebih baik.

  3. awak beraninya bilang sejak 2007 soalnya ya awak angkatan segitu mulai ngerasain jd mahasiswa,haha

    alhamdulillah di taman hewan sudah ‘gerakan’ utk mengembalikan imej mhsw ITB yg deket sama masyarakat,,,diinisiasi sama seorng tmn 2007,,,trus udah prnah gathering nentuin lngkah ke depan dan bikin grup FB,,,next gathering bikin awak terharu krn ketua panitianya tmn kita dari CSS (RFM). =’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s