[share] Kartunis Dunia Bersatu

Kartunis politik sering mendapat masalah karena pembatasan kebebasan berpendapat. Untuk memberikan dukungan kepada mereka organisasi berita online Belanda VJ Movement mendirikan jaringan internasional. Karya lebih dari 40 kartunis politik dari 31 negara dipamerkan dalam dalam Eksposisi “There is more than one truth’.

Pemeran yang dibuka pada 24 April ini menampilkan beragam kartun-kartun politik. Menurut Tjeerd Royaards dari VJ Movement, para kartunis politik adalah penyeimbang antara ‘apa yang ingin anda sampaikan dan apa yang benar-benar bisa anda sampaikan.’

Kartun yang ditampilkan sangat beragam. Kartunis dari Amerika Latin, misalnya, sering membuat kartun berwarna-warni. “Karya mereka seperti lukisan minyak saja. Butuh waktu untuk mencermatinya.” Sementara kartun di Eropa Timur dan Timur Tengah justru sangat gelap, bukan warnanya, tapi tujuannya.”Kadang pakai tinta hitam dan banyak juga penggambaran darah dan tengkorak”.

Sindiran
Kartun-kartun di Eropa Barat dan Amerika Serikat banyak yang humoris. Di sana sering dijumpai kartun yang menggambarkan para politisi dengan tujuan untuk menyindir. Kartun jenis ini tidak dijumpai di semua negara. Banyak kartun yang harus ‘disamarkan’. Para kartunis sering memakai kartun-kartun mereka sebagai metafora untuk memberikan kritik.

Royaards dari VJ Movement juga seorang kartunis.  Ia tahu batas-batas apa yang dihadapi seorang kartunis. Oleh karena itulah ia mengambil inisiatif untuk membuat jaringan kartunis dari seluruh dunia. Jaringan ini bertujuan menjadi tempat bagi para kartunis untuk menyebarkan karya mereka dan juga untuk saling kenalan.

Nikmatilah karya-karya para kartunis dunia:

1. Sherif Arafa (1980) Kairo, Mesir, bekerja untuk Koran Roza el-Youssef.

Shaping Minds 

Shaping Minds

“Saya salah satu kartunis paling beruntung! Saya lahir di wilayah yang paling panas di dunia (Timur Tengah) dengan suasana yang membangkitkan gairah semua kartunis. Di negara dunia ketiga anda dapat semuany: korupsi, kemiskinan, konflik, ketidakpedulian, penyakit, diktator dll. Menjadi kartunis di negara dunia ketiga itu bahaya. Resikonya tinggi kalau berani bikin kartun tentang mereka yang berkuasa. Kalau anda menjadi kartunis di tempat saya tinggal, anda beruntung. Banyak topik yang bisa dijadikan inspirasi. Cuma anda harus tahu aturan mainnya, pintar-pintar membaca situasi. Dengan itu anda tidak akan masuk bui.”

2. Victor Ndula (1976), Nairobi, Kenya, bekerja untuk Koran The Nairobi Star.

Spotlight on Corruption 

Spotlight on Corruption

“Saya bekerja untuk koran besar. Saat baca berita atau lihat televisi saya muak dengan pemberitaan dari media-media mainstream yang beritanya itu-itu saja, terutama tentang Afrika. VJ Movement ini membuka kesempatan untuk merubah keadaan ini. Saya bangga menjadi kartunis dari Afrika dengan cerita-cerita saya, baik bagus maupun buruk. Lebih bangga lagi karena bisa mengekspor merk unik ‘Kartun Afrika’ “.

3. Rajesh KC (1967), Kathmandu, Nepal, bekerja untuk Koran The Kathmandu Post, ketua Cartoonists’ Club of Nepal.

Iranian Vote 

Iranian Vote

“Kartun bertujuan mengeluarkan kritik dan diterbitkan di koran-koran nasional. Tiap pagi jutaan orang menikmatinya. Tertawa para pembaca itu bisa cukup keras untuk menggoyang kursi pemimpin negara…itulah bagaimana perubahan historis terjadi di negara ini.”

4.Tjeerd Royaards, Amsterdam, Belanda, karya-karyanya diterbitkan di Hannoversche Allgemeine Zeitung, De Pers, NRC Next en De Volkskrant.

Faces of the press 

Faces of the press

“Kartunis tajuk rencana adalah pembela kebebasan berekspresi paling getol. Kartun-kartun editorial tidak bisa tampil tanpa adanya kebebasan”.

5. Dario Castillejos Láscarez (1974), Oaxaca, Mexico, bekerja untuk Koran Imparcial de Oaxaca.

The Battle for Free Press in Mexico 

The Battle for Free Press in Mexico
“Menurut saya kritik adalah bagian tak terpisahkan dari demokrasi. Saya melihat kartun sebagai kritik yang dibumbui humor. Tujuannya suatu hari kita bisa dapat pemerintahan yang melayani rakyat dan bukan yang memanfaatkan mereka.”
[http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/kartunis-dunia-bersatu]
==========================================================
Ada 2 media yang biasa digunakan untuk menyalurkan aspirasi, saran dan kritik pada pemerintah, yaitu dengan cara langsung dan tidak langsung.
Langsung, ya dengan demo. Ada anggapan positif dan negatif tentang demo. Memang selalu ada pembelajaran setiap melakukannya. Selalu ada yang didapatkan secara nyata, karena ini adalah aksi yang betul-betul dilakukan. Dengan melibatkan massa yang tidak ahanya banyak, tapi juga merelakan dirinya mengeluarkan energi berlebih hanya
untuk sebuah kata : perjuangan. Bebas lah mau nambahin apa seetelah kata perjuangan.
Tidak langsung, salah satunya dengan media. Contohnya artikel, yang betul-betul asyik dibaca untuk memperkaya pengetahuan , meningkatkan daya kritis dan mengasah otak.
Salah satunya lagi, dengan kartun, karikatur, dan apalah itu kalian menyebutnya. Tapi, daripada tulisan, saya lebih suka dengan kartun dan karikatur. Kenapa? Karena lebih nyentil, biasanya. Lebih eyecatching, lebih mudah dibaca, diingat, dan diserap.
Di Indonesia, saya menggarisbawahi, meng-capslock dan nge-bold nama Benny & Mice. Ga peduli mau dibaca beni mice atau benny mais, tetep aja, mereka kartunis paling oke di Indonesia. Sindirannya halus, oke punya, out of the box.
Tetap semangat, Mang Benny dan Mang Mice!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s