A atau B?

Aktivitas manusia dapat dikelompokkan atas 3 kelompok : sulit, sedang, mudah. Dan salah satu aktivitas yang termasuk sulit adalah : memutuskan pilihan. Tapi tenang aja, sulit-sulit begitu, memilih adalah tanda bahwa kita masih hidup🙂. Ini juga sebagai test untuk anda-anda para khalifah di muka bumi, untuk anda-anda para pemimpin, baik pemimpin suatu organisasi, kegiatan atau pemimpin bagi diri sendiri.

Banyak skali ya, pilihan dalam hidup kita. Bahkan ketika kita mulai bangun tidur, kita dihadapkan pada 2 pilihan : tetep leyeh-leyeh di tempat tidur atau langsung doa bangun tidur, mengucap basmalah kemudian langsung bangkit, beraktivitas.

Misalnya, saat dihadapkan antara nafsu dan komitmen. Masya Allah, ketika itu si komitmen sedang sangat tidak berkomitmen, jadilah saya mengikuti si nafsu, dan hal itu saya sesalkan sesesal-sesalnya. Pilihan yang tidak tepat membawa pada penyesalan sedalam-dalamnya, pasti. Pun ketika saya harus memilih antara kegiatan yang wajib tapi tidak saya suka, dengan kegiatan yang tidak wajib tapi itu gw banget. Sulit skali rasanya.

Oke, pembahasan kali ini dibataskan pada 2 kasus itu ya, nafsu-komitmen dan wajib-tidak wajib.

Sebetulnya jawaban dari kasus pertama sudah jelas, turuti si komitmen. Dan untuk kasus kedua, jelas kita kudu ikut yang wajib (entah karena itu memang amanah atau akademik). Tapi tidak selamanya semudah itu di lapangannya, kawan. Ada dorongan yang lebih besar ke salah satu sisi yang menguntungkan kita, pastinya. Kita cenderung akan memilih si nafsu untuk kasus pertama dan memilih si yang menguntungkan (walau tidak wajib) untuk kasus kedua.

Betul, seperti itu memang kecenderungan manusia. Saya juga kurang tau apakah hal ini juga terjadi pada kum pria, karena mereka lebih banyak alokasi pemikiran kepada logika dibanding perasaan. Sekarang saya akan berbagi beberapa tips ketika memilih. Menurut pengalaman saya aja lho ini =)

1.       Selow. Hirup napas dalam-dalam, buang. Rilekskan diri kamu, karna memilih ini menjadi sangat sulit ketika kamu berada di bawah tekanan atau kondisi tidak stabil. Untuk memikirkan bagaimana baik-buruknya, dibutuhkan ke-legowo-an dari masing-masing pihak pilihan. Kalau dari awal juga udah langsung stress, ‘Ah gila ini, si dia yang udah gue suka bertahun-tahun nembak gue, trus gue tolak? Tapi gue udah janji ga mau pacaran..’ atau, ‘Besok kan ada reunian SMP, tapi knapa ada rakernya hari itu, haduh bingung urang..’ . Coba deh. Kalau kamu tidak menenangkan diri kamu terlebih dulu, pertimbangan untuk memutuskan pilihan mana yang diambil jadi kurang akurat.

Tenang saja, yakinlah Allah tidak akan membiarkanmu berlama-lama dalam kebingungan terlalu lama.

2.       Segera ambil wudhu. Resapi setiap basuhan air yang mengenai bagian tubuh. Smoga ketika membasuh lengan, gugur pula dosa daripadanya..ketika membasuh wajah, luruhlah topeng itu dan menjadi kebaikan yang betul-betul baik. Pahami, resapi. Ketika hati masih belum tenang, baca qur’an terlebih dulu. Al-Qur’an itu asy-syifaa, teman.

3.       Sholatlah. Ketika belum masuk waktu sholat, sholat sunnah saja pada jam itu. Bisa ke masjid kemudian shalat tahiyatul masjid, bukan? Bukannya saya menyarankan untuk hanya fokus pada ini, tapi sholat malam sungguh betul-betul waktu yang sangat tepat untuk mencurahkan isi hati padaNya. Menangislah sepuasnya, memohonlah dan memohon ampunlah sesungguh-sungguhnya..sungguh itu adalah malam yang indah skali rasanya, teman. Curhat yang paling asik, paling memuaskan, paling melegakan, hanya kepadanya. Ketika kita dilanda gelisah luar biasa, apalagi di saat menentukan pilihan, sungguh hanya Allah tempat mengadu, tempat dimintai pendapat, tempat meminta petunjuk. Bukan orang lain. Orang lain hanyalah perantara. Orang lain mendapat ide usul jawaban juga datang dari Allah, bukan? Sekali lagi, manusia hanya perantara. Memang tidak ada salahnya untuk meminta saran pada manusia, misal ke orang terdekat dan dipercaya, tapi jangan terpatok pada itu. Bayangkan ketika teman yang kita anggap punya jawaban yang baik justru memberikan jawaban yang ternyata tidak cukup baik, bahkan justru tidak memuaskan kita, kerap terselip perasaan kecewa, walaupun sedikit sekali memang.

Karna itulah, mintalah petunjuk pada Allah, karna Ia akan menunjukkannya dengan berbagai cara, dengan berbagai perantara.. Percayalah.

4.       Ketika petunjuk darinya sudah datang, tanyalah pada hati nurani. Sudah klopkah? Karna ketika belum klop, terkadang menjalaninya pun jadi setengah-setengah. Nda bagus.

5.       Belum yakin juga? Oke. SIapkan kertas ataupun alat apapun yang bisa dijadikan tempat menulis. Tulis kedua pilihan , atau ketiga , keempat, kesekian pilihan itu di baris pertama (kolom). Tambhkan di masing-masing kolom terbeut kolom kelebihan dan kekurangan. Kemudian poin pertimbangan, misal tanggal, tujuan, dll (baris). Memusingkan nampaknya. Tapi ini betul-betul membantu kamu yang belum yakin akan pilihan yang telah ditunjukkan. Oya, kadang ketika menuliskan kelebihan dan kekurnagan tersebut, cenderung ada kelebihan pada jawaban yang kita cenderungi dan banyak kelemahan pada hal yang tidak kita cenderungi.

Cobalah senetral mungkin dan berpikir global.

Itu mungkin beberapa usaha ketika memutuskan sesuatu. Sebenarnya tidak perlu selama itu kok, ketika kita sudah meyakini Allah ada dalam setiap step pikiran kita, kehadiran jawaban itu insyaAllah lebih cepat🙂

Jangan lupa untuk mengucap basmalah ketika akhirnya pilihan itu diputuskan..

Wallahu ‘alam. Sungguh lancang mungkin, saya menuliskan ini sementara kadang sayapun masih kerap memutuskan pilihan yang salah. Allah-lah yang tau apa yang terbaik bagi hambaNya. Pun ketika kita akhirnya memilih pilihan yang salah, Allah tidak akan membiarkan kita berada dalam pilihan itu lama-lama. Allah akan menjadikan penyesalan itu sebagai pembelajaran untuk kita, jadi..menyesal secukupnya sajalah, lalu kembali HIDUP!

OYEAH!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s