tangisan tengah malam

seram kalipun ini judulnya. yeah, judulnya baru ditulis setelah saya nulis kontennya, masbro. mungkin ini alur emosinya udah ga jelas, berhubung sayanya juga udah menumpahkan sepuas2nya juga =)

tapi tidak apa apa, toh ini hanya sebuah catatan. yang karna beberapa alasan, harus diabadikan.

=====================================================

ini spesial skali, untuk ayah dan mama yang tiada duanya.

leli bukanlah seorang anak yang dikaruniai kemampuan berkata-kata indah, puitis atau apalah itu. mungkin memang tidak seperti pipit yang puitisnya naudzubillah kelewatan (hahaha), Hanif yang kmaren juara 1 membuat puisi di hari Ibu ataupun Anis yang udah jago nulis sejak TK. tapi ini ditulis dengan hati yang penuh rindu, pundak yang bergetar karna tak kuat menahan tangis, pelupuk yang sudah tak tahan lagi menmpung air mata yang sudah berdesakan keluar tanpa henti..sungguh aku rindu, yah, ma T_T

pipit sudah tidur daritadi. tapi leli ngga bisa tidur, sama skali. leli pengen banget tidur di rumah, pengen banget main sama fathia, cerita2 sama pipit, tika, hanif, anis, bahkan pengeeen banget hana juga bisa ke rumah. rame banget, asik. kangen, kangen, kangen.

beberapa hari yang lalu leli sakit, tapi ngga mau bilang ke mama. ngga mau. leli pengen mama ayah nganggep leli di sini baik2 aja, sehat2 aja. sebenernya memang sehat, dari kmaren2 juga. cuma..ntah kenapa, akhir2 ini malah tiba2 sakit. bahkan jadinya malah shift2an demam sama pipit. makin kangen, yah, ma..

kalo sakit di rumah, enak banget tuh, dimanjain sama mama, disuapin (ga sakit aja tetep disuapin, kalo lagi nonton TV, ya ma? hehe), dibebasin dari tugas rumah (ohoho).. jadinya main2 terus deh, hehe. dan pastinya bakal sembuh lebih cepet, ga usah pake obat juga sembuh. ga bakal ada ceritanya deh leli ga ada nafsu makan kayak skarang.. kalo di rumah mah, mau lidah pait kek, asem kek, yang penting masakan rumah..tancaaappp😀

tadinya leli pikir, hanya dengan kontak2an via HP sudah cukup mengobati rindu, sudah cukup sebagai suntikan semangat. tapi ternyata diri ini belum mampu untuk bisa setegar abu hurairah dan sahabat2nya yang sanggup menuntut ilmu jauuuh dari kedua prangtuanya..sanggup berpisah sebgeitu lamanya..

betul2 masih cupu emang diri ini, astaghfirullah.

 

yah, ma, pit, tik, nif, nis, han, thia..

smoga Allah slalu menjaga kita, dimanapun, kapanpun.

terimakasih ya Allah, untuk sepasang makhluk yang sangat spesial kehadirannya, yang sangat lembut belai tangannya. yang stiap mencium tangannya, rasanya ingin waktu terhenti saat itu juga, larut dalam kehangatan..penuh takzim.

leli kayak ayah banget ya, kalo di telpon cerewet, tapi kalo ketemu beneran malah pelit respon (hahaha ayah pisan). oke yah, leli bakal lebih rajin lagi blajar, meraih asa yang diimpikan, dan leli juga bakal nurutin di mana leli bisa menemukan pria yang baik. oke ma, trimakasih untuk ‘gosip wanita’-nya, untuk sgala nasehat kesehatannya, dan untuk pembicaraan tentang nikah2an yang sering leli cegah, hehe. tunggu saatnya ma, leli belum mau ngomongin ini dulu.

dan untuk adik2 manis tiada tara, yang memberikan banyak senyum dan bersedia dijahilin kakaknya, maaf2 aja ya, haha. I love you all.

 

 

#SEMANGAT LEL!#

2:02 pagi, 21 januari 2011. H-2 deinmutter, H-3 hari kuliah pertama semester 4. dari berleleran air mata sampe ketawa2 sendiri. oh, bersyukur skali lahir di tengah keluarga ini ya Allah.

*dengan penggunaan kata ganti orang pertama yang berganti2, karna tiba2 berganti pula sudut pandangnya,

=====================================================

3 thoughts on “tangisan tengah malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s