Karisma ITB · olahan otak-hati-tangan

Saya semangat! Pra dan pasca UN! :)

bismillahirrahmanirrahim..

Barangsiapa tidak disibukkan dengan kebaikan maka ia akan disibukkan dengan keburukan

Ada dua hal yang dapat ‘membunuh’ muslim : nikmat sehat dan waktu luang

Waaaah. Ngga terasa banget, ternyata sudah tercipta rentang waktu setahun setelah saya UN dulu. Waaaah. Waaaaah. (Kelamaan takjub dah. Hehehe)

Setahun ya. Izinkan saya nostalgia sebentar..

Berarti setahun yang lalu, saya dan teman-teman datang ke sekolah pukul 06.30. Lalu berkumpul di lapangan tempat apel pagi. Sambil menunggu, ada yang ngereview rumus, ada yang meminta motivasi dari asatidz/ah yang hadir. Pukul 7, apel pagi dimulai, diikiuti dengan taujih pagi dan penyemangat dari guru tercinta, dan diakhiri dengan doa rabithah.

Pagi yang indah. Tenang. Syahdu. Kami terdiam cukup lama, menenangkan diri, menikmati udara pagi dan gemerisik daun bambu, sebelum akhirnya barisan bubar.

Lalu kami menuju kelas. Koridor kelas lebih tepatnya.

Saya masih inget banget. Kami ber-31 orang duduk melingkar. Kami terdiam..terdiam. Hanya terdiam. Menenangkan diri, meresapi ketegangan yang perlahan menyelinap seiring dengan makin dekatnya detik-detik pukul 7.30. Semakin dekatnya kami dengan waktu tes penentuan kelulusan kami setelah 3 tahun menjalani pendidikan formal dan non-formal yang penuh dengan rasa. Hingga salah seorang dari kami memulai doa. Menyampaikan sebuah harapan tentang akhir kami nanti. Lalu bergilir yang lain, mengingat kembali masa-masa awal kami bertemu, saling merangkul menuju akhir yang khusnul khotimah..agar kami sukses bersama, tidak sendiri-sendiri. Kamipun berangkulan, menunduk dan mengeluarkan airmata sebagai puncak dari segala perasaan yang timbul saat itu.

Dan saat bel keluar yang ditunggu-tunggu berdering, kami keluar kelas. Raut wajah udah pada beda deh. Pas ujian matematika, anak IPA udah kayak mayat idup, sama halnya seperti anak IPS pas selesai ujian geografi. Tapi pas fisika pada sumringah. Hihi lucu deh pokoknya. Itu oke banget.

Itu saya. Kamu?

*bagian A*

Kita review ujian kmaren dulu yaa.

Nah. Kan ujian nasional sudah selesai. Setiap orang pasti punya kesan tersendiri. Ada yang menganggap soalnya mudah, ada yang bilang susah banget, ada yang bilang lebih sulit dari SNMPTN (lho? SNMPTN aja belum J). Itu semua bergantung sama ikhtiar dan doa yang dilakukan.

**Buat yang ngerasa itu mudah : Alhamdulillah, bersyukurlah. Hati-hati, ini sebenernya sebuah celah dimana setan bisa masuk dan membuat hatimu sombong. ‘waaaah saya bisa! Soalnya mudah!’ adalah komen yang masih dibilang wajar. Tapi kalau ‘haha..yang beginian mah cetek, saya lebih pinter dari temen-temen. Pasti nilai saya paling bagus! emang dasarnya pinter ya gimana yaaa..’ ini baru bahaya. Sudah timbul bibit kesombongan yang sangat-sangat-sangat tidak disukai Allah.

Tahukah kamu? Segala sesuatu yang ada pada dirimu adalah bagian dari rencana Allah. Pun kamu bisa mengerjakan soal UN dengan mudah juga karena karunia Allah. Berarti Allah telah mengizinkan terbukanya salah satu file yang diminta dari sekian milyar sel otak kamu pada saat mengerjakan soal tersebut. Bayangkan kalau tidak diizinkan terbuka? Wah, sekali Allah bilang ga bisa, kamu ga punya daya apa-apa. Karena itu..hati-hati ya. Tetaplah berdoa, memohon agar kamu dapat membuat orangtua tersenyum saat pengumuman nanti J

**Buat yang ngerasa itu sulit : tenang! Sulit belum tentu ga bisa. Sulit bukan berarti apa yang kamu kerjakan tidak benar. Pusing? Tenang. Kamu pusing adalah tanda kalau kamu berpikir. Betul kan? Justru kalau kamu bisa mengerjakan soal-soal yang kamu anggap sulit, itu berarti hebat dong. Semakin kamu berusaha mengerjakan soalnya, semakin kamu yakin pada kemampuan diri sendiri (ga melakukan multileveldosa alias nyontek), dan semakin kamu memperkuat doa..maka insyaAllah, Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan usaha dan doa hambaNya. Asalkan tulus dan dilakukan dengan cara yang bersih.

Kamu masih punya kesempatan mendekati sang Pengabul Doa. Kamu masih punya waktu ‘bernapas’ hingga pengumuman. Selama tenggang waktu itu, isilah dengan hal-hal yang berguna, dan persiapkan hati untuk menerima apapun hasil yang didapat nanti. Belajar tegar, belajar menerima. Hasil buruk bukan berarti kamu bodoh. Bukan. Hanya saja Allah menahan kesuksesan kamu untuk rencana yang lain. Allah selalu punya rencana indah di balik segala sesuatunya J

Sebenernya agak aneh lho kalau kita iri sama temen yang pinter. Suka bingung nggak? Saya makan nasi, dia juga makan nasi. Dia makan sayur, saya juga makan sayur kok. Lalu knapa dia lebih pintar? Rupa-rupanya, selain karna Allah mengaruniai otak dan ia lebih bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan, ternyata teman kita yang pintar itu hanyalah ‘lebih dulu tau’ daripada kita. Mungkin, dia lebih dulu baca, dia lebih menyimak guru daripada kita, dan dia lebih dulu berlatih soal.

Inti dari keduanya :

Husnudzonlah kepada Sang Pemilik Keputusan, Sang Pengabul Doa, Sang Pemilik Ilmu. Ingat ya, faktor ‘x’ itu ada. Tidak hanya faktor ‘otak’. Siapa yang bisa menjamin LJK kamu aman-aman saja sebelum lolos mesin scan?

*bagian B*

Mengisi waktu liburan yang super panjang.

Setelah berbulan-bulan berkutat dengan soal-soal Pra-UN, buku-buku soal, rumus-rumus, tibalah waktu ini. Waktu liburan superduper panjang, setelah UAS pastinya. Selain diisi dengan persiapan ujian masuk universitas, enaknya diisi apa ya?

Awalnya pasti seneng banget ketemu liburan. Tapi kalau tidak diisi dengan kegiatan yang tepat, libur berbulan-bulan akan menjadi neraka. Waaah perumpamaannya kok serem banget? Neraka? Bener! Saya sendiri merasakannya kmarin. Sambil menunggu pengumuman UN, pengumuman ujian masuk universitas, total ngga ada kegiatan rutin yang dapat mengimbangi kejomplangan dengan kegiatan padat sebelum UN. Mungkin menurut kamu santai-santai nonton TV atau guling-guling ga jelas di kamar itu menyenangkan, tapi santai-santai ga ada kerjaan lebih dari 4 hari aja udah bikin pegel .

Saya pun berandai-andai (dalam koridor ini berandai-andainya diperbolehkan ya, karena mengandung unsur penyesalan dan mencoba mencari jalan keluar buat kamu-kamu semua biar ga mngalami hal buruk seperti saya J), seandainya pas liburan superduper panjang kemarin, saya :

  1. Ikut mentoring atau liqo, ruhiyah saya ngga bakal bolong-bolong banget, dan masa-masa liburan bisa saya isi dengan menghapal atau muroja’ah..kan lebih bermanfaat. Dengan ikut mentoring juga kita seperti di-charge, godaan-godaan setan di masa osong itu pun bisa dhindari semaksimal mungkin.
  2. Membuat tulisan, tulisan apa saja, mau curcol kek, pengalaman kek, cerpen ataupun cerpan, bahkan lebih oke lagi kalau menulis artikel atau karya lain seperti puisi. Selain ‘meghasilkan’, tulisan tersebut juga bisa dikirim ke media cetak. Kalau diterima kan bisa dapet honor dan honour tuh J
  3. Ikut les memasak, les mengemudi mobil atau les-les yang lain, setidaknya sebelum kuliah ini, saya sudah menambah satu keterampilan saya..
  4. Ikut mabit ataupun kegiatan-kegiatan islami yang diadakan oleh organisasi remaja, dengan begitu, kita bisa mendapat asupan ruhiyah, menambah teman, dan energi kita tidak sia-sia tak terpakai selama liburan J
  5. Mengasah dan mengoptimalkan hobi yang saya punya, seperti ngedit foto, mendesain, bersepeda, bela diri dan lain-lain, mungkin saya tidak hanya menyukai kegiatan itu, tapi punya skill lebih. Caranya bisa dengan browsing, ataupun konsul dengan orang yang lebih ahli.
  6. Jalan-jalan yang bukan sekedar jalan-jalan, seperti ke panti asuhan, panti jompo, rumah baca, kebun binatang dan masih banyak pilihan tempat yang lain. Sebenernya tempatnya apa saja, bahkan bisa mall. Intinya, dari tempat yang kita kunjungi tersebut, sebelum berangkat, kita sudah menetapkan  sebuah tujuan, entah itu tujuan sosial ataupun tujuan akademik. Misal, dari kebun binatang kamu bisa bertanya kepada seorang bapak penjual mainan anak-anak, di mall kamu bisa survey harga dan mencari perbandingannya. Pada akhirnya ada sebuah kesimpulan dan pelajaran tentang kehidupan yang kamu dapat. Bingung ya bingung? Dicoba aja! J
  7. Reuni dengan teman SD, SMP atau teman-teman yang lain. Misal kamu pernah ikut sendratari, janjian aja dengan teman-teman kamu. Reuni tidak hanya diisi dengan kangen-kangenan, ngobrol-ngobrol ngga jelas ataupun sekedar makan-makan, tapi kamu bisa menjadikannya lebih berbobot. Bisa sharing, bisa juga dapet info-info tentang universitas ataupun gosip dunia lho J
  8. Lebih sering membantu orangtua! Seperti yang kamu rasakan juga, saya dulu merasa masa liburan adalah ajang balas dendam. Setelah dulu belajar mati-matian buat UN, dan tiba masa liburan, bablas deh. Jadinya di kamar melulu, entah tidur, baca komik, main laptop. Pokoknya tiba-tiba jadi bad habit banget. Padahal ternyata ibu butuh bantuan untuk memandikan adik bayi, menyiangi bayam, menyiram tanaman, sementara kita cuma bilang ‘ntar bu..capek’. Wah. Jangan sampai yaa. Dulu ibu tidak punya perhitungan apa-apa untuk sekedar membersihkan kotoranmu sewaktu bayi, menahan kantuknya sepanjang malam saat kamu demam tinggi..

Sebenarnya masih banyak lagi opsi pengisi liburan kamu, ini hanya sebagian kecilnya.

Yang penting jangan sampai hal ini terjadi, teman.

Masa-masa Ujian Nasional :

’30 hari sebelum UN, masjid ramai.

30 hari setelah UN, masjid masih agak ramai.

30 hari setelah pengumuman UN,

keramaian masjid berpindah ke pantai-pantai, tempat wisata..’

Pesan terakhir sebelum saya mengucap kata-kata terakhir di tulisan ini :

Teruslah bergerak hingga KELELAHAN itu LELAH mengikutimu..

Terulah berlari hingga KEBOSANAN itu BOSAN mengejarmu..

Teruslah berjalan hingga KELETIHAN itu LETIH bersamamu..

Terulah bertahan hingga KEFUTURAN itu FUTUR menyertaimu..

Teruslah berjaga hingga KELESUAN itu LESU menemanimu..

JAHADU YA AZZAM

(Alm. Ust. Rahmat Abdullah)

Mudah-mudahan bermanfaat. Don’t just read it, but do it! J

Wallahu’alam.

Advertisements

8 thoughts on “Saya semangat! Pra dan pasca UN! :)

  1. subhanallah teh…
    sangat menginspirasi saya, walaupun saya sudah kuliah…
    tapi akan menginspirasi adik2 di sana yang sedang deg-degan menunggu hasil dan menunggu bangku perkuliahan..

    terus sebarkan semangatnya teh.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s